Penerapan Kurikulum Merdeka Masih Bersifat Optional

Dilihat 534 kali
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Aziz Amin Mujahidin.

BERITAMAGELANG.ID - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Aziz Amin Mujahidin, mengatakan, sekolah dibawah Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang dalam tahun ajaran baru ini mulai menggunakan kurikulum baru, yaitu Kurikulum Merdeka.

Namun penerapan kurikulum baru tersebut masih bersifat optional, yaitu untuk jenjang SD kelas satu dan kelas empat, sedangkan untuk jenjang SMP kelas tujuh.

"Kita optional, baru SD kelas satu dan empat, serta SMP kelas tujuh. Untuk kelas yang lain baru adaptasi dengan nuansa-nuansa Kurikulum Merdeka, mungkin metodenya, pendekatannya, perangkat pembelajarannya, langkah-langkahnya masih mengacu kepada kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum 13," ucap Aziz.

Kurikulum Merdeka sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran, Kurikulum Merdeka (yang sebelumnya disebut sebagai kurikulum prototipe) dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.

Karakteristik utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah, Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila. Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.

Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Kurikulum Merdeka terbuka untuk digunakan seluruh satuan pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, Pendidikan Khusus, dan Kesetaraan. 

Satuan pendidikan menentukan pilihan berdasarkan Angket Kesiapan Implementasi Kurikulum Merdeka yang mengukur kesiapan guru, tenaga kependidikan dan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum. 

Pilihan yang paling sesuai mengacu pada kesiapan satuan pendidikan. Implementasi Kurikulum Merdeka semakin efektif jika makin sesuai kebutuhan.

"Nantinya semua sekolah diharapkan dapat melaksanakan Kurikulum Merdeka," terang Aziz.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar