Penasaran Letusan Merapi, Warga 'Nonton' Dari Ketep Pass

Dilihat 350 kali
Penasaran letusan gunung Merapi, wisatawan menontonnya dari objek wisata Ketep Pass Kabupaten Magelang, Selasa (3/3/2020)

BERITAMAGELANG.ID - Letusan gunung Merapi yang terjadi pada Selasa (3/3/2020) pagi, membuat wisatawan menjadi penasaran. Mereka ramai-ramai datang ke obyek wisata Ketep Pass untuk melihat aktivitas Merapi pasca erupsi. Hingga Selasa siang, jumlah kunjugan mencapai 200 orang.


"Mereka datang dari wilayah Yogjakarta, Jateng dan lokal Magelang sendiri," ujar Edward Alfian, kabag Promosi dan Pemasaran Ketep Pass Kabupaten Magelang, yang dihubungi Selasa (3/3/2020).


Edward mengatakan, dari Ketep Pass yang berada di kecamatan Sawangan, gunung Merapi bisa dilihat dengan sangat jelas. Demikian juga dengan gunung Merbabu yang berada bersebelahan.


Objek wisata Ketep Pass merupakan gardu pandang yang menawarkan keindahan panorama gunung Merapi dan Merbabu. Dari sini, kepulan asap yang keluar dari gunung Merapi terlihat dengan jelas. 


Untuk kunjungan wisatawan selama seminggu terakhir mencapai 2 ribu orang.


Andi, salah satu wisatawan dari Semarang mengaku langsung meluncur ke Ketep naik sepeda motor. Ia berangkat pukul 07.00 WIB dan sampai di Ketep pukul 09.00 WIB. 


"Di sini saya masih bisa melihat kepulan asap yang membumbung dari gunung Merapi. Lumayan hanya sebentar setelah itu tertutup kabut, aktivitasnya sudah semakin mengecil," katanya.


Sementara itu, aktivitas warga Magelang yang tinggal di seputar gunung Merapi pasca erupsi tetap seperti biasa. Di dusun Gemer desa Ngargomulyo kecamatan Dukun kabupaten Magelang yang merupakan desa tertinggi di wilayah Magelang juga nampak biasa. Warga tetap beraktivitas tidak menampakkan rasa takut.


Sekretaris desa Sumber, kecamatan Dukun, Eko Kalisno juga mengatakan hal sama. Warga tetap beraktivitas seperti biasa, karena hujan abu tidak mengarah ke Magelang, melainkan arah selatan yakni Boyolali.

 

Ia mengaku mendengar suara gemuruh dari arah gunung Merapi. Namun demikian, setelah mendapat informasi dari desa, bahwa letusan mengarah ke selatan, maka ia tetap melakukan aktivitas seperti biasa. 


"Namun demikian, kami tetap meningkatkan kewaspadaan," ujar Eko.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar