Pemkab Magelang Kaji Rekomendasi Terbaru BPPTKG

Dilihat 243 kali
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto
BERITAMAGELANG.ID - Tim Kajian masih membahas rekomendasi Balai penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang terbaru terkait potensi dan daerah bahaya Merapi.

"Tentunya masukan dari tim harus tepat sebelum menjadi keputusan Bupati," terang Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, yang dihubungi di ruang kerjanya, Senin (18/1/2021).

BPPTKG mengeluarkan rekomendasi potensi dan daerah bahaya Merapi bergeser ke arah barat daya. Sebelumnya, rekomendasi daerah bahaya ada di barat dan barat laut. Berdasarkan hal itu, Pemkab Magelang mengambil keputusan untuk mengungsikan warga yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III di Kecamatan Dukun, yakni Desa Paten, Krinjing dan Ngargomulyo.

Sedangkan rekomendasi potensi bahaya Merapi saat ini ke barat daya dan lebih mengarah ke sungai, seperti Krasak, Bebeng dan Boyong, dengan jarak lima kilometer. 

"Kita tidak mau terburu-buru mengambil keputusan karena masih harus mempertimbangkan beberapa aspek, seperti mitigasi dan juga psikologi masyarakat. Sampai saat ini masyarakat masih sering mendengar guguran lava. Hal-hal seperti itu menjadi kajian kita untuk membuat keputusan," terang Edy.

Edy menyampaikan potensi erupsi Merapi saat ini didominasi erupsi efusif, yakni erupsi yang terjadi karena letak dapur magma yang dangkal, volume gas kecil dan magma bersifat basa. Karena efusif, maka rekomendasinya ke alur sungai, dengan jarak 5 km dari sungai. 

"Padahal untuk wilayah Kabupaten Magelang jaraknya lebih dari lima kilometer," ujarnya.

Namun demikian, Edy menambahkan, masih ada kemungkinan terjadi erupsi eksplosif dengan peluang sekitar 21 persen. Erupsi eksplosif merupakan proses keluarnya magma menuju ke permukaan bumi dengan tekanan gas yang sangat kuat sehingga menimbulkan letusan atau ledakan.

"Eksplosifnya tidak nol, artinya ada peluang meski juga ada peluang berhenti. Jadi peluang-peluang itu tetap ada, sehingga kita jangan salah ambil keputusan," katanya.

Berkaca pada gunung Semeru yang erupsi di saat status masih Waspada, maka Pemerintah Kabupaten Magelang tetap hati-hati dalam membuat keputusan. Hal-hal yang terjadi di sekitar, dijadikan referensi, agar langkah yang diambil tepat. 

"Karena orientasi kita adalah keselamatan jiwa manusia," tegas Edy yang juga Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Oleh karena itu, pengungsi masih belum dikembalikan ke desanya masing-masing. Mereka tetap di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) dan Pemkab Magelang akan terus melayani. 

Jumlah pengungsi di wilayah kabupaten Magelang total ada 501 jiwa yang menghuni empat titik. Mereka merupakan pengungsi dari desa Paten yang mengungsi di TEA Deyangan dan Banyurojo Kecamatan Mertoyudan sebanyak 341 jiwa. 

Kemudian dari Desa Keningar yang mengungsi di kediaman Kepala Desa Ngrajek Kecamatan Mungkid sebanyak 48 jiwa, serta dari desa Krinjing yang mengungsi di Balai Desa Deyangan Mertoyudan dengan jumlah 121 jiwa.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar