Gandeng Wartawan, Pemkab Magelang Rafting dan Tebar Ribuan Benih Ikan

Dilihat 210 kali
Peringatan HUT Kota Mungkid ke 35 dan HPN se Jawa Tengah 2019 Forkopimda dan wartawan tebar ribuan benih ikan di Kali Elo Mungkid Kabupaten Magelang Kamis (21/3)

BERITAMAGELANG.ID - Pemkab Magelang, bersama perwakilan wartawan se Jawa Tengah dan tokoh masyarakat menebar puluhan ribu benih ikan di Sungai Elo Magelang, Kamis (21/3).

Kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kota Mungkid ke-35 dan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 tersebut bertujuan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan budaya gemar makan ikan masyarakat.

Sedikitnya 500 ribu ekor benih ikan jenis tawes, nila, melem, carper dan beong ditebar di sejumlah titik dengan rafting menaiki perahu karet.

"Kegiatan ini selalu kita laksanakan setiap tahun sekali. Untuk tahun ini kita sinkronkan dengan HUT Kota Mungkid ke-35 dan HPN 2019. Istimewanya, kegiatan tahun ini kita mendapatkan bantuan dari provinsi sebanyak 450.000 ekor ikan berbagai jenis, antara lain Karper, Tawes, Beong, dan Nila yang akan dilepaskan di beberapa sungai di Kabupaten Magelang," kata Kepala Dinas Peterikan Kabupaten Magelang, Ir. Sri Hartini di sela acara.

Menurutnya, kegiatan tebar ikan ini untuk mendukung program gemar makan ikan Dinas Peterikan Kabupaten Magelang untuk pelestarian lingkungan, serta meningkatkan kegemaran masyarakat untuk mengkonsumsi ikan. Tingkat komsumsi ikan masyarakat Kabupaten Magelang saat ini mencapai 17 hingga 20 Kg perkapita per tahunnya.

"Jadi memang masih kecil sekali. Namun demikian, kami akan berupaya mudah-mudahan tahun depan bisa dianggarkan oleh Pemda untuk subsidi ikan. Maksudnya seperti pasar ikan murah, apalagi menjelang hari raya lebaran untuk meningkatkan konsumsi ikan pada masyarakat," lanjutnya.

Pj Sekda Kabupaten Magelang, Drs. Adi Waryanto mengatakan tantangan bagi Kabupaten Magelang adalah meningkatkan tingkat konsumsi ikan masyarakat yang saat ini baru mencapai 19,04 Kg perkapita per tahunnya. Hal ini masih jauh dibandingkan dengan tingkat konsumsi ikan nasional yang mencapai 43,88 Kg perkapita per tahun.

"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terutama pada generasi milenial dan anak-anak untuk lebih gemar dalam mengkonsumsi ikan," kata Adi.

Adi menambahkan, wilayah Kabupaten Magelang memiliki potensi yang cukup tinggi. Potensi tersebut berupa luas tempat budidaya perikanan seluas 281,6 hektar, mina padi seluas 2.808 hektar. Dari potensi yang ada, potensi budidaya ikan di tahun 2018 sebesar 24.293 Ton dan perikanan tangkap sebesar 278,4 Ton.

"Akan tetapi sayang potensi yang ada belum tergarap dengan optimal. Dan untuk perikanan tangkap di perairan umum masih menghadapi kendala karena semakin menurunya polulasi ikan endemik sungai. Menurunya populasi ikan ini disebabkan oleh praktek-praktek penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan seperti menggunakan racun ikan, bom ikan, dan setrum. Untuk itu saya mengajak kepada semua pihak untuk memberantas praktek-praktek penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan,"  ajaknya. 

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas Kelautan wilayah Selatan, Arif Rahman Hakim, menuturkan bahwa, di era milenial, ikan menjadi komoditas yang strategis selaras dengan slogan hidup sehat dan alami.

"Yang pertama alasanya apabila masyarakat ingin memiliki umur yang panjang, maka ia harus mengkonsumsi protein yang aman, ikan adalah salah satu solusinya. Yang kedua karena faktor kesibukan, masyarakat lebih banyak mengkonsumsi makanan cepat saji, ikan juga bisa sebagai salah satu solusi karena ikan masuk dalam kategori fast food. Dan yang ketiga karena ikan bisa dikonsumsi siapa saja, dan agama apapun," jelas Arif.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar