Pemkab Magelang Siapkan Mitigasi Erupsi Merapi

Dilihat 517 kali
Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Erupsi Merapi di Kantor BPBD Kabupaten Magelang, Selasa (19/02).

BERITAMAGELANG.ID - Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP mendesak semua jajarannya mempersiapkan diri menghadapi ancaman Gunung Merapi yang saat ini aktivitasnya terus meningkat.

"Saya perintahkan semua sektor melakukan verikasi atau pendataan ulang apa apa yang dibutuhkan dan apa yang belum," kata Bupati Magelang Zaenal Arifin usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Gunung Merapi di Kantor BPBD Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (19/02).

Pendataan itu, menurut Bupati, guna memperhitungkan kekuatan dan potensi dalam mengantisipasi ancaman Gunung Merapi.

"Tentunya Pemerintah akan hadir, melakukan yang terbaik, menjaga, melindungi seluruh masyarakat bersama-sama dengan seluruh jajaran yang ada, TNI Polri, relawan dan seluruh kekuatan yang ada," bebernya.

Tidak hanya kesiapan personil, Pemkab Magelang juga mendata fasilitas dan infrastruktur.

"Jalur evakuasi yang rusak harus ada pendataan mana yang rusak untuk segera kita perbaiki," tegasnya.

Pada erupsi Merapi 2010 dan letusan freatik 2018 lalu, Kabupaten Magelang menerima ratusan pengungsi asal Kabupaten Boyolali.

"Kita pasti akan bantu dari manapun karena pada prinsipnya kita hidup bergotong-royong bantu-membantu. Anggarannya sedang dihitung, setidaknya minggu depan sudah dilaporkan," ungkapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto mengungkapkan bahwa jumlah pengungsi Kabupten Magelang mencapai 53.592 jiwa lebih. Para pengungsi itu berasal dari Kawasan Rawan Bencana (KRB) III yakni dari Kecamatan Srumbung, Dukun, dan Sawangan.

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah dari wilayah Tlogolele, Jrakah dan Selo Boyolali.

"Bencana itu tidak mengenal batas administrasi, pelayanannya pun tidak mempermasalahkan administrasi. Masyarakat dari Boyolali penangananya akan sama kita siap layani," tandas Edi.

Di Kabupaten Magelang tersebar 17 tempat evakuasi akhir (TEA) yang dibangun oleh BNPB. Terdapat 10 TEA dibangun Pemkab Magelang pada 2018. Selebihnya merupakan bangunan fasilitas milik desa yang bisa digunakan dalam program Sister Village atau Desa Bersaudara untuk penanganan pengungsi.

Namun, menurut Edy, selain kelayakan dan pelayanan yang juga tak kalah penting adalah infrastruktur penyelamatan pengungsi.

"Tidak hanya jumlah jiwa yang harus kita perhitungkan saja, namun infrastruktur penyelamatan juga harus dipersiapkan, dimana titik rawannya. Jangan sampai masyarakat yang selamat dari ancaman erupsi Gunung Merapi tapi tidak selamat di jalan," pungkasnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar