Pembangunan Jembatan Jalur Aksis Budaya Mendut Sudah Selesai

Dilihat 350 kali
Bangunan Jembatan Jalur Aksis Budaya di Sungai Elo Mendut tinggal dalam proses penyelesaian kerapian.

BERITAMAGELANG.ID - Proyek pembangunan jembatan Jalur Aksis Budaya khususnya pada jembatan Mendut yang menyeberangi Sungai Elo sudah selesai. Jembatan tersebut bisa dipergunakan pejalan kaki dan menghubungkan antara Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Borobudur dalam proyek Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.


Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.6 Provinsi Jateng, Dirjen Bina Marga, Arif Agus Styawan mengatakan, kendati sudah tampak rampung, masih ada proses deffect kerapian.


"Masih ada kekurangan untuk kerapian pekerjaan sebelum serah terima. Jembatan untuk pejalan kaki, dengan bentang panjang 40 meter dan lebar 3 meter," ucap Arif, Selasa (18/1).


Arif mengatakan, jembatan tersebut satu paket dengan Jalur Aksis Budaya yang menyeberangi Sungai Progo. Namun untuk jembatan Sungai Progo belum dimulai pembangunannya.


"Belum tahu kapan akan dimulai pembangunannya untuk Jembatan Progo karena untuk sekarang masih menunggu hasil ekskavasi dari Balai Konservasi Borobudur. Yang mana di sekitar lokasi ditengarai masih ada benda cagar budaya," terang Arif.


Nilai paket pembangunan jembatan Sungai Progo dan Sungai Elo sebesar Rp36 milyar (Progo dan Elo) termasuk proyek multi year, yang telah dimulai pada akhir Oktober 2020 sampai Desember 2021. Dengan nilai anggaran Rp36 milyar tersebut dibagi untuk dua jembatan. 


Untuk jembatan Sungai Elo mendapat 14 % anggaran, sisanya untuk jembatan Sungai Progo, yang lebih besar anggaranya karena benar-benar membangun dari nol.


Koordinator Kelompok Kerja Pemeliharaan Kawasan Cagar Budaya (KCB) Borobudur, Balai Konservasi Borobudur, Bramantara, mengatakan, Januari ini kemungkinan hasil Heritage Impact Assessment (HIA) yang disubmit ke UNESCO akan turun.


"Kemudian untuk detail DED nya nanti akan ada rekomendasi patok bore pile dan lain-lain hasil dari ekskavasi kemarin," terang Bramantara.


Ketika ditanya terkait kemungkinan pindah lokasi titik pembangunan jembatan Jalur Aksis Budaya Sungai Progo, menurut Bramantara, akan menunggu analisis lebih lanjut.


"Semuanya menunggu analisis dan dikusi lebih lanjut," jelas Bramantara.


Tujuan dibangunnya jalur tersebut adalah untuk memperkuat integritas tiga Candi, yaitu Candi Mendut, Pawon dan Borobudur. Pengembangan Jalur Aksis Budaya sebagai daya tarik wisata baru, yang berbasis pemberdayaan masyarakat pedesaan, serta merupakan jalur alternatif perjalanan wisata religi, untuk mendukung pengembangan visitor management di kawasan Borobudur, sehingga terjadi penyebaran kunjungan wisatawan.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar