Pelatihan Pramujasa Trans Jateng, Sensitivitas Dan Cara Berinteraksi Dengan Penyandang Disabilitas

Dilihat 590 kali
PELATIHAN. Pramujasa Bus Trans Jateng rute Borobudur Magelang - Kutoarjo Purworejo, dalam pelatihan Sensitivitas Dan Cara Berinteraksi Dengan Penyandang Disabilitas

BERITAMAGELANG.ID - Untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang, khususnya penyandang disabilitas, Dinas Perhubungan Provinsi Jateng selenggarakan Pelatihan Pramujasa Trans Jateng Rute Magelang - Purworejo.

Pelatihan yang mengusung tema "Sensitivitas Dan Cara Berinteraksi Dengan Penyandang Disabilitas" tersebut digelar di Terminal Borobudur Magelang, Rabu (18/5/2022), dengan peserta Pramujasa Bus Trans Jateng rute Borobudur Magelang - Kutoarjo Purworejo.

Kepala Balai Transportrasi Jateng, Joko Setyawan, mengatakan, perlunya pelatihan tersebut dikarenakan pihaknya wajib memberikan pelayanan dan perhatian yang sama terhadap penumpang Disabilitas.

"Kita menghadirkan narasumber dari Forum Inklusi Disabilitas Kabupaten Magelang (Fidakama), yang mana forum tersebut paham betul harus bagaimana memberikan pelayanan terhadap saudara kita yang Disabilitas, agar terjadin kesetaraan dan kenyamanan saat naik Bus Trans Jateng," ucap Joko.

Joko mengatakam, peserta pelatihan Pramujasa dengan jumlah 40 orang, secara teknis dilakukan pelatihan secara shift, agar semua Pramujasa bisa mengikuti pelatihan ini.

"Yang pagi tidak bertugas bisa ikut pelatihan, yag masih bertugas nanti ikut pelatihan saat pergantian shift, dimana pelatihan dilakukan pada satu hari ini," terang Joko.

Sementara, salah satu narasumber pelatihan, Koordinator Bidang Hukum dan Kebijakan, Forum Inklusi Disabilitas Kabupaten Magelang (Fidakama), Hendry Hernowo, mengatakan, dalam pelatihan tersebut diberikan materi secara praktek dan teori.

"Perlakuan setiap penyandang Disabilitas berbeda, seperti Tuna Rungu, Tuna Netra dan lainnya penanganannya tidak sama. Oleh karenanya dalam pelatihan ini dilakukan secara teori dan praktek.

Dan cara berinteraksinya harus mempunyai etika proposional yang baik. Jadi Pramujasa paham harus bagaimana saat melayani penyandang Tuna Netra harus bagaimana, dengan Tuna Rungu harus bagaimana," jelas Hendry, bersama Tim narasumber berjumlah delapan orang, termasuk Juru Bahasa Isyarat.

Dalam kesempatan itu, Tim Hendry juga menumpang Bus Trans Jateng melalui halte, agar dapat memberikan masukan terhadap Dinas Perhubungan Provinsi Jateng.

"Musrenbang kemarin kami mengusulkan fasilitas untuk pengguna kursi roda, karena desain bus tinggi. Sementara ini tidak semua halte mempunyai akses kursi roda, seperti di Halte Borobudur yang memang sudah standar Disabilitas," papar Hendry.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar