Peduli Kesehatan, Warga Ketep Bangun Tangki Septik Komunal

Dilihat 1970 kali
Warga Dusun Puluhan, Ketep Sawangan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bangun tangki septik komunal demi kesehatan.

BERITAMAGELANG.ID - Sudah puluhan tahun, sebagian warga Dusun Puluhan Desa Ketep, Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang Jawa Tengah tidak memiliki tangki septik (septic tank) pribadi.
 
Namun kondisi itu berubah dalam satu bulan terakhir. Warga Dusun Puluhan bersemangat lakukan gotong royong membangun Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di salah satu tebing lereng Gunung Merbabu.
 
Sekertaris Desa Ketep, Tyono, Senin (19/03) mengungkapkan, program pembangunan sistem pengolahan air limbah skala lingkungan terpadu ini merupakan upaya Pemerintah Desa Ketep dalam meningkatkan kesehatan warga Dusun Puluhan dengan tidak lagi bebas buang air besar sembarangan.
 
"Dana yang dianggarkan 375 juta rupiah dari program pembangunan sarana sanitasi Silpa tahun 2016 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Magelang (DPU PR) Bidang Cipta Karya. Rencananya, sanitasi komunal itu untuk 50 kepala keluarga di Dusun Puluhan, sekaligus solusi bagi keluarga yang belum bisa membuat septic tank," jelasnya.
 
Letak Dusun Puluhan berada paling ujung wilayah Desa Ketep lereng Gunung Merapi dan Merbabu. Kontur tanah di wilayah tersebut adalah perbukitan rendah yang dimanfaatkan warga untuk lahan pertanian terasering.
 
Lokasi tangki septik komunal tersebut berada jauh dari dusun, di lahan yang tidak produktif yang sekaligus memanfaatkan hasil bangunan untuk menguatkan tebing dan menjaga erosi aliran air hujan di sekitar pemukiman.
 
"Ukuran septic tank komunal memiliki lebar 3 meter, dengan tinggi 3 meter, dan panjangnya mencapai 18,5 meter meliputi bak kontrol penangkap minyak limbah keluarga dan bak induk pengolahan limbah,"  lanjut Tyono.
 
Pembangunan pengolahan limbah keluarga terpadu Dusun Puluhan ini ditargetkan selesai awal April 2018.
 
Dari tangki septik komunal tersebut diharapkan air yang keluar dari bak pengolahan sudah tidak lagi mengandung bakteri berbahaya dan aman bila meresap ke tanah atau dimanfaatkan untuk pengairan tanaman, maupun budi daya lele.

Editor Fany Rachma

1 Komentar

asep 19 Maret 2018 22:12
wah, besok besok bisa dikembangkan ke energi alternatif .. buat bahan bakar gas..

Tambahkan Komentar