Pedagang Mulai Tempati Bangunan Pasar Baru Muntilan

Dilihat 274 kali
Pedagang Pasar Muntilan melakukan penataan tempat berdagang, dimana bangunan Pasar Muntilan yang baru mulai ditempati oleh pedagang.

BERITAMAGELANG.ID - Pedagang Pasar Muntilan mulai berbenah menata dan menempati bangunan baru Pasar Muntilan dari pasar penampungan.


Salah satu pedagang pasar tersebut, Dirman Tri Susanto, mengatakan, dirinya mulai tiga hari ini menata los tempat untuk persiapan berdagang bersama pedagang pasar lainnya.


Dimana mayoritas pedagang sedang membuat pintu untuk los sebagai tempat berjualan, serta membenahi bagian yang kurang.


"Sudah tiga hari ini saya bersama istri persiapkan los tempat berjualan. Karena los belum ada penutupnya atau pintu maka dibuatkan sendiri," ucap Dirman, pedagang makanan ringan snack ini, Jumat (15/11).


Menurut Dirman, ukuran los yang terbatas, menuntut pedagang pandai menata ruang agar dagangan bisa masuk serta nyaman dipergunakan untuk berjualan.


"Ukuran los memang terbatas dan lebih kecil dari pada ukuran kios, oleh karena pedagang harus pandai menata ruang agar efektif untuk berdagang. Adapun untuk penerangan sudah cukup terang," ungkap Dirman.


Dirman berharap, agar semua pedagang Pasar Muntilan dapat tertampung semua baik di los maupun kios, sehingga tidak ada yang berjualan dilorong atau diluar pasar.


"Harapannya semua dapat tertib jualan di dalam pasar semua. Sehingga tidak ada pedagang yang membuka lapak sembarangan," tutur Dirman.


Staf Pasar Muntilan, di bawah Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Magelang, Sofyan Yulianto  mengatakan, pedagang Pasar Muntilan sudah dihimbau pindah ke lokasi baru sejak bulan Agustus kemarin.


Hal tersebut kemudian ditegaskan kembali, oleh Disdagkop UKM Kabupaten Magelang, dengan mengeluarkan surat kepada pedagang agar segera pindah ke bangunan pasar yang baru pada 10 November kemarin.


"Sebagian besar pedagang sudah pindah dan melakukan penataan tempat, agar bisa segera siap untuk berdagang," ucap Sofyan.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar