Pedagang Candi Borobudur Akan Dipindah Ke Lapangan Kujon

Dilihat 761 kali
Penandatanganan perjanjian kerjasama penyediaan tanah untuk penataan area pedagang dan parkir di Dusun Kujon Desa Borobudur Magelang, Jumat (16/10/2020).

BERITAMAGELANG.ID - Para pedagang di Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, akan dipindah ke lapangan Kujon, tidak jauh dari lokasi semula. Demikian pula halnya dengan lokasi parkir juga dipindah di lokasi sama. Nantinya lokasi ini dinamakan "Kampung Seni Kujon".


Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Hanung Triyono, usai penandatanganan perjanjian kerjasama penyediaan tanah untuk penataan area pedagang dan parkir di dusun Kujon Desa Borobudur Magelang, Jumat (16/10/2020).


Pemindahan para pedagang ini guna mendukung Borobudur sebagai destinasi wisata super prioritas, yang digagas Presiden Jokowi.


Pembangunan Kampung Seni Kujon ini dilaksanakan Pemprov Jateng bersinergi dengan Taman Wisata Candi (TWC). Pembangunan akan dilaksanakan pada 2021 dengan luas lahan 10,7 ha.


“Nanti yang membangun Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR," terang Hanung.


Dia juga mengatakan, jadwal pembebasan lahan sudah dimulai dengan dana Rp 30 M propinsi dan Rp 60 M dari TWC.


Hanung memaparkan, lokasi yang ditempati pedagang saat ini masuk zona dua. Sedangkan UNESCO mengharuskan zona dua merupakan lahan konservasi.


"Jadi semua pedagang termasuk parkir harus pindah. Namun konsepnya tidak sekedar pindah, tetapi  upgrading atau meningkatkan fungsi," katanya.


Lokasi yang baru tidak sekedar tempat jualan namun disiapkan amphitheater atau panggung. 


“Makanya kita namakan pasar seni Kujon," katanya.


Untuk fasilitas yang utama diantaranya, drop off parkir, tempat dagang dan ruang panggung. 


“Masuk Borobudurnya nanti ada jalur khusus sehingga tidak mengganggu traffic luar. Wisatawan diangkut dengan shuttle," paparnya.


Untuk lahan yang sudah tersedia saat ini milik Pemerintah Kabupaten Magelang seluas 0,8 ha, Pemdes 2,6 ha, ditambah kekurangannya didukung Pemprov dan TWC. Untuk tahun ini mulai pembebasan lahan untuk kekurangan lahan seluas 6,6 ha.


Karena ini lahannya kolaborasi, maka konsepnya empat pemilik. Untuk infrastruktur kampung seni dari Kementrian PUPR.


Pengerjaan fisik akan dilaksanakan sekitar tahun 2021 dan perkiraan 2022 atau awal 2023 sudah mulai bisa dioperasikan. 


Secara pararel akan dilakukan edukasi kepada para pedagang, bagaimana cara berdagang baru yakni menggunakan cashless (non tunai) namun dengan konsep tradisional.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar