Para Santri Didorong Berdakwah Secara Kreatif Digital

Dilihat 613 kali
Pembukaan Workshop Content Creator dengan tema "Dakwah Digital Secara Riang Gembira" di Pondok Pesantren Entrepreneur Brambang Salam Tempuran Kabupaten Magelang

BERITAMAGELANG.ID - Workshop Content Creator dengan tema "Dakwah Digital Secara Riang Gembira" diselenggarakan oleh Asosiasi Pengasuh Pondok Pesantren Digital Santrinet bekerjasama dengan Persatuan Pondok Pesantren Salafiyah Kaffah (P4SK).


Mereka berdakwah dengan memanfaatkan teknologi informasi.


“Tujuan acara ini adalah dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pondok pesantren dalam konteks peningkatan pemahaman dan pemanfaatan teknologi informasi," ucap Ketua Asosiasi Pengasuh Pesantren Digital Santrinet, Kholilul Rohman Ahmad, saat pembukaan kegiatan tersebut, Rabu (7/4/2021) di Pondok Pesantren Entrepreneur Brambang Salam Tempuran Kabupaten Magelang.


Acara dibuka oleh Gus Alvan (KH Alfan Al Muhasibi, Sekretaris P4SK). Pelatihan akan difasilitasi oleh Team Gus Yusuf Channel. 


Rohman mengatakan, bahwa dunia saat ini diliputi situasi dan kondisi digital, dimana semua komunikasi dimediasi oleh perangkat-perangkat lunak yang mau tidak mau kalangan lembaga pendidikan pondok pesantren harus ikut di dalamnya. 


"Di dalam arus besar digital itu kita harus ikut berpartisipasi memanfaatkan dan mengembangkan jaringan pondok pesantren secara digital. 


Sehingga, misalnya, agar komunikasi kesantrian antara guru-murid dan pondok pesantren dan para alumninya senantiasa terjaga secara kontinyu. Nilai-nilai dan keilmuan-keilmuan selama di ponpes tetap lestari saat santri terjun di masyarakat secara adaptif dan kreatif," papar Rohman.


Rohman mengatakan, pada kesempatan tersebut pihaknya melatih sebanyak 15 orang peserta utusan ponpes se Jateng DIY, yang sudah mempunyai tekad kuat belajar memanfaatkan teknologi informasi untuk mengembangkan pondok pesantren. 


Pelatihan praktek salah satunya, menggunakan perangkat lunak ngaji online di aplikasi santrinet.com, aplikasi sosial media berbasis video yang bisa diakses melalui smartphone maupun laptop. 


Para peserta saat ini hadir harus membawa perangkat lengkap, yaitu laptop dan smartphone, mikrofon, kamera dan perangkat-perangkat lain.


Workshop kali ini lebih banyak praktek. Kisarannya 20% teori dan 80% praktek. Pembelajaran dimulai jam 10 pagi sampai jam 10 malam. Pesertanya adalah dari berbagai kalangan ponpes anggota P4SK di Jawa Tengah. Saat ini lebih banyak diikuti oleh para peserta dari Jawa Tengah bagian barat. 


“Nanti gelombang selanjutnya kita juga akan menyelenggarakan acara serupa, selanjutnya kita juga akan menyelenggarakan acara serupa untuk P4SK untuk Himasal untuk pondok-pondok pesantren yang ada di Jawa Tengah ini khususnya dan seluruh Indonesia pada umumnya. Karena pondok pesantren mau tidak mau harus tunduk pada perkembangan zaman yang semakin berubah," jelas Rohman.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar