Pandemi Covid-19 Berdampak Pada Multi Sektor

Dilihat 247 kali

BERITAMAGELANG.ID - Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia berdampak pada multi sektor, termasuk pariwisata. Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Pariwisata pada Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Gunawan Andi Prihananta mengungkapkan, selain pariwisata, pandemi juga mempengaruhi multiplier effect.


"Misalnya Borobudur Marathon, event tahunan yang biasanya mendatangkan 10 ribu peserta, tentunya juga berpengaruh pada UMKM, hotel, penginapan dan sektor lainnya. Beberapa festival yang dinas adakan juga ditiadakan tahun ini,” ujar Andi saat Forum Group Discussion (FGD) Kajian Dampak Pembatalan Festival Terhadap Perekonomian Indonesia di Grand Artos Hotel, Selasa (27/10/2020).


Andi melanjutkan, mulai fase adaptasi kebiasaan baru (new normal), saat ini kurang lebih ada 55 daya tarik wisata di Kabupaten Magelang yang dibuka kembali.


"Namun mereka semua harus melewati sejumlah simulasi penerapan protokol kesehatan dan perizinan yang ketat dari Satgas Penanganan Covid-19," tegasnya.


Wakil Kepala Penelitian dan Pelatihan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Paksi Walandouw saat menjadi fasilitator diskusi tersebut mengungkapkan kegiatan ini bertujuan mengukur dampak pembatalan festival akibat Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia.


"Terutama pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," ujar Paksi.


Selain itu, lanjut Paksi, juga untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan langsung.


"Atau sebagai masukan dalam kajian lebih lanjut bagi para pemangku kepentingan," imbuhnya.


Sektor pariwisata terdampak dengan kondisi ini, tercermin dengan dibatalkannya beberapa festival/event guna menekan penularan Covid-19.


"Padahal, festival/event tersebut sangatlah menarik banyak wisatawan datang, yang pada akhirnya dapat berpotensi mempengaruhi perekonomian," pungkasnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar