Pandemi Corona Siswi MI Muhammadiyah 1 Dukun Belajar Tatap Muka di Teras Masjid

Dilihat 710 kali
TERAS MASJID - Siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Ngadipuro 1 Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, terpaksa menggunakan teras masjid untuk proses belajar mengajar. (Foto. dok-BM)

BERITAMAGELANG.ID --Agar tetap bisa belajar tatap muka dengan bimbingan guru, siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Ngadipuro 1 Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, terpaksa menggunakan teras masjid untuk proses belajar mengajar. Meski hanya seminggu sekali, ternyata mendapat antusias para murid.


"Selama Pandemi Covid-19, para siswa belajar secara daring, yakni pembelajaran yang menggunakan model interaktif berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS), namun mereka mulai jenuh," ujar Guru Kelas II MI Muhammadiyah 1 Dukun, Erni Musyayadah SPd, usai mengajar anak-anak di Teras Masjid Daimul Mukhlisin, Selasa (18/8-2020).


Menurut Erni, proses belajar dengan tatap muka terhadap siswa-siswi MI Muhammadiyah 1 Dukun, baru dilakukan sebatas pertemuan seminggu sekali, itu pun tidak dilakukan di ruang kelas, melainkan di teras masjid. Tujuannya, agar para siswa tetap belajar dengan bimbingan guru.


"Setiap pertemuan seminggu sekali, para siswa harus mengumpulkan materi pelajaran atau pekerjaan rumah (PR) yang diberikan sebelumnya. Dengan proses belajar di teras Masjid ini, agar terjadi interaksi antara siswa dengan guru, sehingga belajar tidak monoton, karena mereka juga bisa bertemu dengan teman-temannya," ujar Erni.


Perlu diketahui, proses pembelajaran tatap muka ini, setelah dibukanya pembelajaran untuk tahun ajaran 2020-2021. Meski terkendala Pandemi Corona, namun pemerintah  melalui Kementerian Pendidikan  menetapkan model pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi daerah.


Ada dua model pelaksanaan kegiatan pembelajaran, yaitu Pembelajaran Dari Rumah (BDR) untuk daerah di zona merah, orange dan kuning. Serta model Pembelajaran Tatap Muka (BTM) bagi daerah di zona hijau, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.


Kondisi itu, lanjut Erni, maka pembelajaran tetap dilakukan dengan cara mengumpulkan para siswa di tempat yang terbuka, aman dan nyaman. Seperti di teras Masjid Daimul Mukhlisin ini, selain tempatnya terbuka, juga tidak jauh dari rumah siswa, dan kondisi daerah masih aman.


Guru dituntut menjaga stamina fisik dan mental anak didik, menjaga kualitas pembelajaran tetap signifikan di tengah Pandemi Covid-19, sekaligus menyiasati agar tujuan pembelajaran dapat optimal tersampaikan dan terserap oleh peserta didik.


MI Muhammadiyah 1 Dukun, memang berada  di lereng Gunung Merapi, merupakan gunung teraktif di Indonesia. Para siswa-siswi,   setiap Minggu selalu mengadakan kegiatan belajar di serambi masjid untuk menghindari berkerumunnya anak didik.


Proses belajar mengajar, dibagi  menjadi 2 kelompok, yakni untuk perempuan belajar mulai jam 08.00 WIB-09.00 WIB, sedangkan kelompok laki-laki mulai jam 09.30 WIB-10.30 WIB. Untuk anak laki-laki, mereka belajar  di rumah  salah satu wali murid yang lokasinya tidak jauh dari masjid.


"Setiap hari, saya mengirim tugas kepada para siswa melalui whatsapp grup, termasuk melakukan presensi kepada muridnya dengan cara meminta untuk dikirimi foto kegiatan siswa, baik saat sholat dhuha dan rekaman hafalan surat- surat pendek, agar anak-anak tetap belajar," tambahnya.  


Seorang wali murid, Retno mengaku senang dengan proses belajar mengajar tatap muka ini, sangat bagus karena interaksi anak dan guru bisa terjalin. Selain itu, orang tua juga bisa mengontrol kegiatan belajar anaknya secara langsung. "Kalau boleh memilih sebagai orang tua, saya pribadi lebih memilih belajar di sekolah (tatap muka)," pintanya. (Farel) 

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar