Mencicipi Uniknya Teh Trasan Omah Kembang Ngablak

Dilihat 228 kali
Pengelola Kafe Omah Kembang Ngablak Kabupaten Magelang, Mul Budi Santoso saat menyajikan teh Trasan

BERITAMAGELANG.ID - Anda pernah minum teh Trasan? Mendengar namanya pun mungkin baru kali ini. Namun, bagi masyarakat Ngablak Kabupaten Magelang, teh Trasan merupakan minuman sehari-hari. Bisa dikatakan, teh trasan merupakan minuman orang tua zaman dahulu yang masih dinikmati hingga sekarang.


Di wilayah Ngablak yang berada di lereng gunung Merbabu dan dikelilingi gunung Andong serta Telomoyo, teh trasan acap dinikmati para petani kala istirahat di sawah atau perkebunan. Namun juga sering untuk teman istirahat di kala pagi sebelum berangkat atau sore sepulang dari sawah atau perkebunan.


Lalu apa itu teh Trasan? Pengelola Kafe Omah Kembang yang ada di desa kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang, Mul Budi Santoso menerangkan, teh Trasan merupakan ciri khas teh daerah setempat.


Tidak seperti kebanyakan dauh teh yang dikeringkan lebih dulu baru diseduh. Teh Trasan merupakan teh segar yang baru dipetik kemudian langsung diseduh menggunakan air panas. Daun teh yang dipetik juga pilihan yang pucuk. Untuk menghilangkan rasa "langu", maka seduhan teh ditaburi garam sedikit. Cara minum juga berbeda dengan minum teh biasa.


"Nah inilah keunikan dari teh trasan, selain rasa, cara minumnya juga berbeda dengan minum teh biasa," kata Mul Budi yang akrab disapa Bodrex.


Setelah seduhan teh sudah berwarna kehijauan, maka dituangkan ke dalam cangkir. Teh ini akan lebih nikmat bila diminum dengan gula jawa, bukan gula pasir. 


"Gula jawa kita kunyah lebih dulu, namun jangan sampai masuk kerongkongan. Saat masih di lidah, maka seduhan teh yang sudah dituang dalam cangkir kita seruput. Rasakan sensasinya," kata Bodrex bersemangat.


Bodrex yang juga pegiat wisata ini mengatakan, teh Trasan yang hanya dikenal di Ngablak ini akan diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas. Teh Trasan menjadi sajian khas dari Kafe Omah Kembang. 


"Mungkin ngga semua orang suka rasanya, tapi wajib coba dahulu. Semua pengunjung di sini bisa mencicipi," katanya.


Nina, pengunjung dari Menayu Muntilan Kabupaten Magelang mengaku baru kali ini merasakan teh Trasan. Menurutnya, rasanya memang unik, karena ada rasa asin dan aroma teh berpadu saat meminumnya. 


"Rasa asin itu menjadi unik saat tercampur dengan gula jawa yang kita kunyah lebih dulu," ujar Nina.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar