Merapi Naik Status, Ratusan Warga Mulai Dievakuasi

Dilihat 637 kali
BERITAMAGELANG.ID - Meningkatnya status Merapi dari waspada level II menjadi siaga level III, hari ini ratusan warga mulai dievakuasi menuju ke desa-desa penyangga (sister village). Demikian diungkapkan Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi.

"Dengan naiknya status Merapi ini Pemerintah Daerah bersinergi dengan TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran untuk melakukan langkah antisipasi agar ketika terjadi situasi kritis tidak menimbulkan banyak korban, salah satunya dengan mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman, yaitu dengan mengungsi ke desa-desa penyangganya (sister village)," ungkap Nanda dalam Konferensi Pers di Ruang Command Center, Setda Kabupaten Magelang, Jumat (6/11/2020).

Sesuai arahan Bupati Magelang, masyarakat di tiga desa yang masuk rawan bahaya Merapi sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Nanda menyebutkan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Dukun, dalam hal ini Kepala Desa Ngargomulyo, Krinjing, dan Paten untuk segera mengevakuasi beberapa warganya.

Warga dari Dusun Babadan 1 Desa Paten rencananya akan mengungsi ke Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan dengan jumlah 120 jiwa (sudah mulai berangkat pukul 10.00 WIB) Jumat (6/11/2020). 

Sedangkan Dusun Babadan 2 jumlah pengungsi sebanyak 33 jiwa akan diungsikan mulai pukul 13.00 WIB menuju Desa Mertoyudan.

Desa Krinjing sebanyak 160 pengungsi terdiri dari, Dusun Trono 50 jiwa, Trayem 50 jiwa, Pugeran 60 jiwa menggunakan 6 unit mobil dikawal ambulance desa dan mobil Polsek setempat menuju Desa Deyangan.

Desa Ngargomulyo sendiri diperkirakan mencapai 130 jiwa yang akan mengungsi ke Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan.

"Ini hanya data sementara saja, mungkin sewaktu-waktu juga bisa bertambah melihat situasi dan kondisinya juga. Tapi semoga saja kondisi Merapi bisa melandai lagi," harap Nanda.

Nanda juga menegaskan dalam proses evakuasi tersebut para petugas di lapangan harus selalu mengedepankan disiplin Protokol Kesehatan Covid-19.

"Termasuk dari proses evakuasi sampai dengan penempatan di tempat pengungsian nanti harus mengedepankan protokol kesehatan, seperti memilah usia rentan dan memberi jarak atau sekat pada setiap KK (kepala keluarga)," pungkas Nanda.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar