Erupsi Merapi, Aktivitas Warga Normal

Dilihat 141 kali
Visual letusan Merapi dari Desa Ngargomulyo Dukun Kabupaten Magelang, Kamis (13/2/2020).

BERITAMAGELANG.ID - Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Yogyakarta dan Kabupaten Magelang Jawa Tengah meletus pada Kamis (13/2/2020).


Data yang dirilis BPPTKG Yogyakarta melalui akun Twitternya menunjukkan durasi erupsi 150 detik. Letusan Gunung Merapi terjadi sekitar pukul 05.16 WIB. 


Saat letusan terjadi gunung dengan tinggi 2.930 mdpl ini menyemburkan abu vulkanik tebal ke udara.


Amplitudo letusan Gunung Merapi di seismogram 75 mm. Kolom erupsi dari PGM Ngepos Desa Ngablak Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang teramati mencapai tinggi 2.000 meter dari puncak gunung tersebut.


"Merapi tampak," kata petugas PGM Ngepos, Azwar pada BeritaMagelang.id.


Material vulkanik Gunung Merapi dilaporkan tertiup angin ke arah barat laut. 


Hingga pukul 08.16 WIB belum terpantau laporan terjadinya hujan abu vulkanik di Pos Ngepos dan wilayah Srumbung.


"Belum terpantau, belum ada laporan," ujar Azwar.


Gunung Merapi berstatus Waspada sejak 21 Mei 2018.


Sejumlah warga di Kecamatan Srumbung, Kecamatan Dukun dan beberapa lokasi lain di Kabupaten Magelang dengan jelas melihat erupsi pagi ini.


"Terlihat dari sekitar sini kepulan asapnya," ungkap salah satu warga Dusun/ Desa Kaliurang Srumbung, Heri Kurniawan.


Heri menambahkan, saat erupsi warga berkerumun di salah satu titik lokasi lapang. Meski demikian tidak terjadi kepanikan, warga hanya memantau dari luar rumah mereka.


"Kita pada di luar rumah lihat itu (erupsi). Terus masuk rumah lagi setelah diliat aman," tutur Heri.


Pasca letusan itu, aktivitas warga juga terpantau normal.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar