Menko PMK Kaji Candi Borobudur Jadi Wisata Spiritual Dunia

Dilihat 224 kali

BERITAMAGELANG.ID - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Muhadjir Effendi mengatakan situs Candi Borobudur tidak hanya digunakan menjadi destinasi wisata namun diharapkan juga dijadikan sebagai tempat bagi upacara-upacara keagamaan dunia, wadah bagi destinasi wisata spiritual serta berbagai event lainnya.


Menko Muhadjir menyampaikan, pemerintah mendukung upaya Candi Borobudur dijadikan sebagai tempat bagi ritual keagamaan. Hal itu disebut dia juga merupakan bagian dari keanekaragaman keyakinan. Di sisi lain, agama Buddha merupakan salah satu agama yang telah diakui oleh pemerintah RI.


"Kalau itu memberikan kelonggaran dan keleluasan agar umat Buddha bisa melaksanakan ibadah lebih baik, saya kira mesti harus didukung," ujar Muhadjir saat melakukan kunjungan di situs Candi Borobudur bersama sejumlah pejabat Kementerian terkait pada Rabu (17/02/2021


Dalam kesempatan itu, hadir pula dalam perwakilan Pemerintah Kabupaten Magelang, Sekda Adi Waryanto, Asisten Pemerintahan dan Kesra Nanda Cahyadi Probadi dan beberapa pejabat lainnya. 


Dalam kesempatan itu Muhadjir juga meminta penjelasan kepada Pimpinan tertinggi Vihara Mendut, Bante Sri Pannyavaro Mahathera terkait kedudukan Candi Borobudur dalam konteks umat Buddha internasional.


Muhadjir menyebut bahwa sesuai dengan penjelasan Banthe Sri Pannavaro, meski Candi Borobudur bukan merupakan tempat suci seperti tertera dalam kitab suci, namun situs itu masih mendapat penghormatan yang tinggi bagi umat Buddha.


Menurutnya, yang tertulis dalam kitab itu ada empat, tapi tidak termasuk Borobudur. Tapi bahwa Borobudur ini sebagai salah satu tempat yang sangat dihormati oleh umat Buddha dunia itu benar.


"Tentu saja nanti akan ada upacara-upacara keagamaan yang akan kami tingkatkan dengan cara yang lebih baik dan memberikan peluang bagi umat agama Buddha agar hadir di sini," jelasnya.


Selain berkoordinasi dengan Pimpinan tertinggi Vihara Mendut, pihak Kemenko PMK juga melakukan kajian bersama dengan Pemerintah Kabupaten Magelang.


Muhadjir berharap rencana menjadikan Candi Borobudur sebagai destinasi super prioritas dapat melibatkan semua pihak.


Ditegaskan Muhajir, bahwa pada intinya bukan secara eksklusif menjadikan Candi Borobudur sebagai pusat peribadatan umat agama Buddha dunia, masih tetap menjadi warisan budaya yang diakui UNESCO dan destinasi wisata super prioritas yang di dalamnya memuat unsur beberapa event hari raya keagamaan.


Banthe Sri Pannavaro Mahathera menjelaskan, Candi Borobudur memang tidak tertulis dalam kitab suci sebagai tempat suci bagi umat Buddha. Namun situs tersebut mendapat tempat penghormatan yang cukup tinggi bagi umat agama Buddha dunia.


Menurutnya, di dalam kitab suci hanya ada empat tempat suci bagi umat agama Buddha, yakni Bodh Gaya (tempat Sang Buddha mendapat pencerahan), Sarnath/Ishipatana (tempat Sang Buddha pertama kali menyampaikan ajarannya), Lumbini (tempat kelahiran Sang Buddha), dan terakhir Kunshinara (tempat Sang Buddha meninggal).


Meski demikian, Borobudur adalah tempat yang sangat dihormati dan disucikan bagi umat Buddha, karena unik tidak ada duanya di dunia.


"Empat itu, saya tidak menyamakan hanya agar mudah mengerti, kalau umat Buddha mau ibadah umrah ya kesana," tegasnya.


Banthe berharap ke depan gelaran upacara keagamaan yang dilakukan secara insidental di Candi Borobudur dapat lebih menjangkau masyarakat Buddha di ASEAN. Pemerintah juga diminta lebih fleksibel dan memudahkan ritual-ritual keagamaan lainnya digelar di Candi Borobudur.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar