Media Sosial Dongkrak Budi Daya Ikan Lele Kian Menjanjikan

Dilihat 3635 kali
Indukan ikan lele. Budi daya ikan lele warga Banyuadem Srumbung berkembang berkat media sosial

BERITAMAGELANG.ID - Berawal dari hobi memelihara berbagai ikan, Muslim (34) warga Ganden, Desa Banyuadem Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang Jawa Tengah sukses mengembangkan budi daya ikan lele. Hasilnya menjanjikan karena angka kematian ikan tersebut sangat rendah.

Ditemui BeritaMagelang.id, Rabu (11/04) Muslim mengungkapkan, budi daya ikan lele menjadi pilihan karena tingkat kematian rendah, mudah, tidak membutuhkan air banyak, dan bisa dilahan terbatas.

Usaha budi daya ikan lele sudah ditekuni Muslim sejak 2009. Pasang surut ia alami, termasuk saat erupsi gunung Merapi 2010. 

"Saat erupsi Merapi, 1.000 ekor lebih lele saya mati dalam kolam. Padahal saat itu semua lele usia siap panen," kenang Muslim.

Muslim menceritakan, semula dirinya hanya memiliki empat petak kolam semi permanen di lahan pekarangan di belakang rumah. Kolam-kolam itu dibuat dari rangkaian bambu ditutup plastik terpal sebagai dasarnya.

Namun saat ini ada puluhan petak kolam yang ia miliki. Jumlah produksi panen mencapai ribuan ekor, mulai benih hingga lele usia komsumsi. Agar terjamin kesehatan dan kualitasnya, Muslim meracik pakan sendiri dari bahan-bahan alami, seperti campuran ampas tahu dan dedak.

Terkait omset penjualan, Muslim mengaku minimal 3 juta rupiah ia dapat setiap dua pekan. Peluang masih terbuka lebar, mengingat permintan dari luar daerah seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera terus meningkat.

Harga jual bibit lele jenis dumbo, dan sangkuriang bervariasi tergantung permintaan.

"Untuk benih dijual mulai Rp 100 per ekor. Sedangkan usia komsumsi rata-rata dijual Rp 15.000 per kilogram," jelas Muslim.

Menurut Muslim, tips agar usaha budi daya ikan lele cepat berkembang adalah jaringan komunikasi dengan para peternak. Ia mengaku media sosial menjadi andalannya dalam berdiskusi sesama peternak.

"Melalui media sosial peternak bisa saling bertukar ilmu dan informasi, berdiskusi kendala hingga potensi penjualan," pungkas Muslim.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar