Omah Mbudur Kreasikan Masker Lukis di Tengah Pandemi Covid-19

Dilihat 185 kali
Seniman, perajin, pelukis sekaligus pegiat pariwisata dari Desa Wanurejo, Borobudur, Kabupaten Magelang, Nuryanto kreasikan masker lukis
BERITAMAGELANG.ID - Seniman, perajin, pelukis sekaligus pegiat pariwisata dari Desa Wanurejo, Borobudur, Kabupaten Magelang, Nuryanto memberdayakan UMKM di sekitar wilayahnya yang terpuruk covid-19, terus berkarya dan berkreasi. 

Berawal dari hobinya melukis, ia mencoba membuat lukisan siluet di Candi Borobudur dengan alas sebuah masker. Ternyata, hasilnya tidak ia duga sebelumnya. Ide kreatifnya ini diapresiasi banyak orang, bahkan bisa menjadi sebuah peluang ekonomi saat pandemi ini. Tak tanggung-tanggung, kini sudah ada yang memesan dari luar daerah.

Tema lukisannya tidak hanya Candi Borobudur, tapi Candi Prambanan, pura, destinasi, aktivitas pariwisata dan lainnya. Masker lukis ini dijual seharga 10 ribu rupiah.

"Masker lukis ini saya katakan sebagai salah satu bentuk kegiatan seni untuk bertahan di tengah pandemi. Bukan aji mumpung, namun inilah cara bertahan kami di saat seperti ini," katanya, Jumat (5/6/2020).

Menurut Nuryanto, yang juga pemilik Omah Mbudur dan Sentra Kerajinan Lidiah Art ini, dalam membuat masker lukis dirinya melibatkan komunitas 'Sanja Kadang'. Di dalam komunitas yang dibinanya ini terdapat beberapa grup, sanggar dan home industri di sekitar Kawasan Borobudur. 

Sementara bahan baku dan penjahitan masker mentahnya, dikerjakan oleh 'Kampung Kaos', sedangkan pelukisan masker dikerjakan oleh dirinya sendiri dibantu beberapa seniman lukis yang tergabung dalam Komunitas Sanja Kadang tersebut. 

"Komunitas Sanja Kadang kami libatkan untuk proses ini. Karena di dalamnya terdapat berbagai disiplin ilmu. Kami juga dibantu oleh dinas pariwisata provinsi yang juga sudah order," jelasnya.

Meski ada lukisan di masker, masker ini aman dipakai. Hal ini karena bahan pengencer pewarna lukisannya 100% adalah air. Dan pewarna yang digunakan adalah pewarna yang sering digunakan untuk kaos, baju dan lain sebagainya. 

"Saya tegaskan, masker ini aman. Karena selesai dilukis, sudah kering dan sudah hilang senyawa dari pewarnanya. Apalagi sebelumnya telah dilakukan proses pencucian dengan deterjen. Setelah dijemur dan kering kita sterilisasi dengan memanfaatkan panas setrika. Proses terakhir adalah pemberian parfum dan pengemasan," ungkapnya.

Masker lukis tersebut juga dalam rangka mengobati rasa rindu dengan destinasi yang ada di Kabupaten Magelang terutama wilayah Borobudur. Dirinya berharap pegiat ekonomi kecil yang tengah berusaha bangkit dan bertahan di tengah pandemi covid-19 ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. 

Harapannya, seni bertahan di saat pandemi seperti masker lukis ini mendapatkan dukungan. Bukan cibiran atau bahkan intimidasi. 

"Kalau perlu kami diarahkan bagaimana produksi masker kami ini semakin baik. Intinya kami hanya ingin bertahan, secara bersama-sama bahu membahu gotong-royong keluar dari pandemi," tandasnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar