Masjid Baiturrohman Gunakan Jam Matahari Sebagai Penunjuk Waktu dan Arah Kiblat

Dilihat 370 kali
Jam Matahari Masjid Baiturrohman, Dusun Pagiren Desa Jambewangi Secang, masih terawat dengan baik.

BERITAMAGELANG - Zaman teknologi digital, kegiatan manusia bergantung dengan peralatan canggih, namun jejak sejarah teknologi sederhana masih tersimpan dalam beberapa masjid di Magelang. Salah satunya di Masjid Baiturrohman Dusun Pagiren Desa Jambewangi Kecamatan Secang Magelang, yang memiliki perangkat klasik penunjuk waktu berupa jam matahari.


“Jam Matahari ada di Masjid Baiturrohman sejak tahun 1954, saat itu Masjid ini masih berupa Musola kecil yang digunakan warga sekitar untuk beribadah,” ucap Anggota Takmir Masjid Baiturrohman, Mustofa. 


Walau sudah berpuluh tahun, kondisi jam matahari tersebut masih terawat, semua fitur masih terlihat jelas, serta tugu sebagai penopang jam tersebut masih berdiri kokoh. Namun saat ini jam Matahari itu sudah tidak difungsikan, dan lebih condong sebagai barang sejarah.


Bagian atas jam sudah ditutup atap karena perluasan Masjid, sehingga cahaya Matahari tidak mengenai langsung jarum jam itu.


“Lokasi jam juga digeser sekitar satu meter dari lokasi semula. Meski tidak difungsikan, jam tidak dihilangkan, karena sudah menjadi bagian sejarah masjid ini," terang Mustofa.


Di bagian jam tersebut terlihat tulisan Compas Matahari Tanjungsari Windusari Bandongan Magelang Djawa Tengah Th 1965. Selain sebagai penunjuk waktu salat, jam tersebut juga menunjukan arah kiblat, serta pranoto mongso atau penanggalan Jawa, biasanya digunakan petani sebagai pedoman saat bercocok tanam. 


Dengan paku sebagai alat penunjuk utama yang bekerja saat matahari bersinar, bayangannya akan menunjukan informasi yang tertulis di dasar jam tersebut.


Tulisan tersebut merupakan tempat jam diperbaiki, karena dulu sempat rusak, kemudian diperbaiki di Windusari sesuai dengan tahunnya.


“Semua fitur pada jam dapat bekerja dengan baik apabila terdapat sinar matahari yang cukup tanpa terhalang mendung,” ungkap Mustofa.


Saat ini jam matahari Masjid Baiturrohman tetap dirawat dan dijaga, agar dapat menjadi salah satu pengetahuan sejarah, bawasanya dahulu sistem informasi waktu salat dibantu perangkat sederhana berupa jam matahari.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar