Masa Pandemi, Anak-Anak Ini Rayakan Agustusan Dengan Lomba Cuci Tangan Adaptasi Kebiasaan Baru

Dilihat 6766 kali
Anak anak antusias mengikuti lomba cuci tangan adaptasi kenormalan baru
BERITAMAGELANG.ID--Meski masih dalam masa pandemi Covid-19, namun tidak menyurutkan semangat anak-anak dalam merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-75. Anak- anak di Dusun Kelipan, Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, penuh semangat mengikuti lomba cuci tangan adaptasi kebiasaan baru, Minggu (2/8/2020). 

Peserta lomba cuci tangan ini adalah anak-anak balita hingga pelajar sekolah dasar. Tujuannya, agar mereka dapat memahami pentingnya mencuci tangan sebagai bagian dari protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di masa adaptasi kebiasaan baru ini.

Ide awal lomba cuci tangan ini berasal dari remaja di Dusun Kelipan yang tergabung dalam KORG. Para remaja ini tetap ingin merayakan Agustusan, hanya saja masih pandemi. Maka tercetuslah lomba cuci tangan sebagai adaptasi kebiasaan baru masa sekarang. Lomba ini tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Seperti cuci tangan, jaga jarak dan pakai masker.

Muhammad Arifin, ketua panitia lomba 17 an mengatakan, pihaknya ingin membuat lomba yang berbeda dari biasanya. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu menggelar lomba balap karung, pecah air, kipas balon dan semacamnya. "Lomba kali ini ada edukasi agar anak-anak bisa menerapkan kebiasaan baru dengan cuci tangan secara benar di era kenormalan baru," katanya.

Untuk melaksanakan lomba ini, para remaja bergotong-royong membuat tempat cuci tangan sederhana dari paralon, kran air, dan sabun cuci tangan. Sebelum memulai lomba, para remaja memberikan edukasi kepada anak-anak. Caranya dengan bermain kuis. Mereka memberikan pertanyaan kepada anak-anak tentang apa itu Covid-19, apa saja protokol kesehatan, dan tata cara mencuci tangan yang baik dan benar sesuai standar WHO. Bagi yang menjawab benar, mereka diberikan hadiah coklat.
 
"Jadi kami ajari mereka lebih dulu, bagaimana mencuci tangan yang baik dan benar. Sesuai standar WHO.," Imbuh Diofa, panitia yang lain. 

Ia menyebutkan, yang diajarkan ke anak-anak adalah pertama membasahi tangan dengan air yang mengalir. Kemudian gosok kedua telapak tangan. Usap dan gosok kedua punggung tangan. Lalu, sela-sela jari. Ujung-ujung jari dengan posisi mengunci. Gosok dan putar kedua ibu jari. Terakhir meletakkan ujung jari ke telapak tangan. Lepas itu, bilas dengan air bersih dan keringkan dengan tissue.

Pelaksanaan lomba pun berlangsung meriah. Anak-anak berbaris rapi dengan menjaga jarak di depan tempat mencuci tangan. Satu baris, empat orang anak, berjarak satu meter tiap anak. Ada kurang lebih 30 orang peserta. Lomba dilakukan secara bergantian, empat orang anak. Peserta tak menggunakan masker tidak boleh ikut. Anak-anak pun patuh dengan aturan yang diberikan. Orang tua juga ikut mendukung kegiatan ini.

Salah satu peserta lomba cuci tangan, Dila (7), mengatakan, sebelum lomba, ia sudah belajar cara mencuci tangan yang baik dan benar sesuai standar WHO. Kebetulan pelajaran ini juga diajarkan oleh guru sekolahnya melalui proses belajar daring.

"Saat sekolah online, diajari sama Bu guru. Jadi sudah tahu cara cuci tangan yang benar," katanya.

Orangtua dari peserta lomba, Wiwit (35) mengaku senang dengan lomba ini, karena bisa memberikan edukasi yang baik pada anak-anak. Mereka lebih paham cuci tangan yang benar di masa kebiasaan kenormalan baru. "Sejak kecil anak menjadi paham apa yang harus dilakukan di era kenormalan baru," katanya.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar