Ini Para Juara Lomba Bank Sampah Kabupaten Magelang

Dilihat 189 kali
Memanfaatkan botol minuman bekas untuk pagar halaman rumah warga, Bank Sampah (BS) Kunyit Berseri, Desa Kalisalak, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, menjadi juara 1
BERITAMAGELANG.ID - Berkreasi memanfaatkan botol bekas untuk pagar halaman rumah warga, Bank Sampah (BS) Kunyit Berseri, Desa Kalisalak, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, menjadi juara 1 lomba Bank Sampah Tingkat Kabupaten Magelang tahun 2020. Kemudian disusul BS Akasia, Dusun Dadapan, Desa Mangli sebagai juara 2. Sementara juara 3 diraih BS Sido Resik, Dusun Karet, Desa Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan.

"Lomba yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang diikuti 21 bank sampah. Lomba ini digelar setiap tahun, sebagai upaya peduli terhadap sampah," kata Ketua Tim Juri Lomba Bank Sampah, Lono Hartanto di Magelang, Senin (11/5/2020).

Sedangkan Juara Harapan 1 diraih Bank Sampah Sekar, Desa Petung, Kecamatan Pakis; Harapan 2 Bank Sampah Arca, Dusun Candigelo, Desa Ngadipuro, Kecamatan Dukun; dan Harapan 3 Bank Sampah Kempling, Desa Wonolelo, Kecamatan Muntilan. Untuk Bank Sampah Kempling, merupakan salah satu penyangga perolehan penghargaan Apupura. Selain itu, juga sudah menerapkan pengelolaan sampah berbasis digitalisasi.

Dari 21 peserta yang mengikuti lomba pada tahun ini, hanya Bank Sampah Kempling yang sudah menerapkan pola digitalisasi, sehingga sering dijadikan rujukan untuk melakukan studi banding. 

"Kami sudah menerapkan pola digitalisasi, terutama komunikasi dengan anggota kelompok, termasuk hasil penjualan sampah juga dilaporkan melalui grup WA," ujar Koordinator Bank Sampah Kempling, saat dialog dengan tim juri.

Menurut Lono Hartanto, tim juri juga memberikan apresiasi terhadap enam kelompok lainnya, yakni BS Seroja Kelurahan Mendut, Kecamatan Mungkid karena memanfaatkan residu sampah terbanyak dari pampers. Juga BS Lestari, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur, yang memiliki partisipasi CSR terbesar.

Sementara BS Sekar Arum, Desa Ploso, Kecamatan Ngluwar, merupakan bank sampah yang memiliki nasabah teraktif dengan jumlah populasi 25 Kepala Keluarga (KK), dengan anggota 22 KK, aktif penimbangan 15 KK. BS Lestari, Desa Karang, Kecamatan Candimulyo, juga mendapat apresiasi karena pengelolanya generasi milenial, memanfaatkan blek bekas untuk drum blek, mayoritas anak-anak muda.

Kemudian BS Barokah, Desa Kuwancen, Kecamatan Bandongan, dengan penyambutan dan menguri-nguri dengan pakaian tradisional sebagai kebudayaan Jawa, serta memanfaatkan barang bekas berupa sampah organik untuk dekorasi panggung. 

BS Sejahtera Dusun Kalikotes Desa Madyocondro Kecamatan Secang, dan BS Indah Sari Dusun Tawangsari, Desa Tejosari, Kecamatan Ngablak, mendapat kepedulian pemerintah desa sangat besar terhadap sampah.

Pengumuman dan penyerahan penghargaan, masih menunggu kondisi dan situasi yang saat ini belum memungkinkan, mengingat adanya wabah Covid-19. Biasanya, pengumuman juara lomba Bank Sampah, disampaikan bersamaan dengan Hari jadi Kota Mungkid pada Maret 2020. 

"Tapi yang jelas, tim juri sudah memberikan hasil penilaiannya, baik juara dan juara harapan, termasuk pemberian apresiasi. Dari 21 Bank Sampah yang ikut lomba, hampir semunya bagus, tapi juri harus menentukan yang terbaik. Banyak BS saat dilakukan klarifikasi kembali secara diam-diam, ternyata tidak ada aktivitasnya, sehingga mempengaruhi nilai," jelasnya.

Tim juri Bank Sampah tahun 2020, terdiri dari Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan (DLH) Kabupaten Magelang, Lono Hartanto, Enti Sri Hardani dari Disperinnaker, Esti dari PKK, Dian dari Komunitas Bank Sampah dan Ali Subchi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Magelang.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar