Malam Tirakatan HUT Kota Mungkid Digelar Virtual

Dilihat 204 kali
Bupati Magelang, Zaenal Arifin menyerahkan potongan tumpeng kepada ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kabupaten Magelang dalam memperingati HUT Ke-37 Kota Mungkid

BERITAMAGELANG.ID - Memperingati HUT ke-37 Kota Mungkid Tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Magelang menyelenggarakan kegiatan malam Tirakatan sederhana secara virtual karena masih dalam masa Pandemi Covid-19.


Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengatakan, peringatan HUT Kota Mungkid tahun 2021 ini sangat berbeda dibandingkan peringatan pada tahun-tahun sebelum adanya Pandemi Covid-19. Untuk itu, pemerintah mengambil tema 'Kabupaten Magelang Bergotong Royong Untuk Sehat, Berproduktif dan Inovatif Dalam Masa Pandemi Covid-19' 


"Tema ini mengandung makna bahwa peringatan HUT Kota Mungkid tahun ini akan menjadi momentum bagi kita bersama untuk bangkit dari keterpurukan akibat Pandemi Covid-19," ujar Zaenal saat acara malam Tirakatan dari Rumah Dinas Bupati Magelang, Minggu (21/3/2021) malam.


Dengan adanya aturan untuk menjaga jarak dan mengurangi kerumunan, maka peringatan HUT Kota Mungkid diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Kendati demikian, hal tersebut tidak mengurangi makna, semangat, dan kekhidmatan dari momentum itu sendiri.


Lebih lanjut, Zaenal menjelaskan telah banyak kebijakan, langkah, serta program yang telah diambil dalam upaya pengendalian Covid-19. Meskipun hingga kini pandemi belum berakhir, keprihatinan ini jangan sampai membuat kondisi lebih terpuruk.


"Dalam kondisi seperti ini, kita harus bersatu-padu dan bergotong-royong untuk melawan virus corona. Harus kita pahami, bahwa pandemi ini adalah masalah kita bersama, yang harus diselesaikan secara bersama-sama pula. Insya Allah kita akan segera keluar dari kesulitan ini dan harapan kita untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Magelang yang semakin Sejahtera, Berdaya Saing, dan Amanah (Sedaya Amanah) akan segera terwujud," tuturnya.


KH. Henry Sutopo dalam tausiyahnya mengajak masyarakat Kabupaten Magelang untuk tetap optimis serta semangat dalam menghadapi situasi dan kondisi Pandemi Covid-19. Menurutnya, adanya vaksin Covid-19 saja tidak cukup untuk mengatasi virus Corona, namun masyarakat juga butuh 'vaksin rohaniah'  


"Vaksin rohaniah adalah bagaimana kita menyuntik diri kita sendiri menghadapi pandemi yang sudah berlangsung selama 1 tahun ini dengan terus berikhtiar dan semangat bahwa pandemi ini pasti akan segera berakhir," kata KH. Henry.


Menurut, KH. Henry, musibah Pandemi Covid-19 yang saat ini telah melanda seluruh belahan dunia disebabkan oleh polah tingkah manusia itu sendiri. 


"Nek coro Jowo (kalau dalam bahasa Jawa) mergo manungso do nglakoni doso, neng ora do rumongso lan ora gelem njaluk ngapuro (karena manusia melakukan dosa, tapi tidak merasa, serta tidak mau meminta maaf)," ujarnya.


Oleh karena itu, KH. Henry berpesan agar masyarakat lebih mawas diri dan lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, berdoa serta berikhtiar agar musibah pandemi Covid-19 ini segera berlalu.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar