Literasi Sains Penting untuk Siswa PAUD, TK dan SD

Dilihat 970 kali
HIMPAUDI Kabupaten Magelang gelar Pengenalan Literasi Sains dan Lingkungan untuk Siswa PAUD, TK dan SD bersama akademisi UGM

BERITAMAGELANG.ID - Literasi sains merupakan hal fundamental yang harus dimiliki oleh anak dalam menghadapi era revolusi digital saat ini.


Untuk mewujudkan itu, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ibnu Hajar dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Magelang bersama dosen dan mahasiswa prodi Bioteknologi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta menggelar Pengenalan Literasi Sains dan Lingkungan untuk anak-anak usia dini mulai dari PAUD, TK, dan SD, siswa-siswi di Kabupaten Magelang.


Ketua Kegiatan dari UGM, Tri Rini Nuringtyas mengatakan kemampuan sains dan matematika menjadi gambaran kemampuan logis suatu bangsa. Literasi sains merupakan kemampuan untuk memahami sains, mengkomunikasikan sains serta kemampuan memecahkan masalah. Di samping itu, kemampuan literasi lingkungan juga penting untuk ditanamkan sejak dini, agar tumbuh menjadi karakter yang tertananam hingga dewasa. 


"Oleh karena itu, literasi sains dan lingkungan penting untuk terus ditingkatkan," kata Tri Rini Nuringtyas dalam keterangan rilisnya, Senin (27/9/2021).


Berlokasi di PKBM Ibnu Hajar Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, kegiatan tersebar di beberapa pos lokasi seperti gazebo, kafe baca, dan taman. Selain untuk menerapkan protokol kesehatan, kegiatan yang  dilakukan secara terbuka di alam itu juga diselipi dengan permainan.


Metode ini diharapkan mampu meningkatan efektivitas pembelajaran bagi anak usia dini dan memberikan efek memori jangka panjang khususnya terhadap literasi sains dan lingkungan. 


"Program Studi Bioteknologi berupaya dalam menangani masalah tersebut dengan melakukan pengenalan literasi sains dan lingkungan untuk siswa usia dini," papar Dosen UGM ini. 


Tema yang diusung pada program ini adalah Pengenalan Literasi Sains dan Lingkungan melaui Project-Based Learning untuk siswa di PKBM Ibnu Hajar Magelang, Jawa Tengah.


Sementara itu, berdasar evaluasi kegiatan yang berlangsung hari Sabtu dan Minggu, 25-26 September 2021, Pemerhati kegiatan pendidikan masyarakat, Neng Agung Santika yang akrab disapa Kak Nasa menyebutkan sinergi antar semua elemen masyarakat baik dari tenaga pendidik, anak-anak sekolah sebagai peserta didik, lembaga pendidikan baik PKBM maupun civitas akademika sangat dibutuhkan. Karena hal ini akan memberikan dampak positif dalam proses pembentukan generasi yang tangguh dan unggul. 


"Kegiatan seperti ini perlu adanya program pendampingan  berkelanjutan serta diinisiasi oleh pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial dan pendidikan yang tinggi sepenuh hati demi terciptanya masyarakat yang literat," terang Nasa yang merupakan social preneur dan pejuang literasi founder Rumah Erkalima ini.


Sejumlah dosen terlibat dalam kegiatan menarik untuk sejumlah siswa dari KB Al Izzah, TK Ibnu Hajar, SDN Sirahan 1, SDN Selobero. Sedangkan kelompok di hari kedua terdiri dari KB Permata Hati, PAUD As Salam, SD Bentara Wacana, dan SD Gunung Pring. 


Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, namun juga guru pendamping sehingga pembelajaran tidak hanya berhenti pada satu generasi. 


Karena penerapan model ini diharapkan mampu berimplikasi pada peningkatan literasi siswa khususnya anak usia dini sehingga kualitas SDM ikut meningkat seiring adanya pendidikan yang berkualitas. 


"Diharapkan, nantinya guru yang sudah mendapatkan pelatihan, dapat mentransfer ilmu dan informasi yang sudah didapatkan ke guru dan siswa lainnya sebagai bentuk pendidikan berkelanjutan," imbuh Bunda Faula, dari HIMPAUDI Kabupaten Magelang.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar