Libur Nataru, Nepal Van Java Dibanjiri Wisatawan

Dilihat 188 kali
Nepal Van Java Kaliangkrik Kabupaten Magelang kini menjadi salah satu destinasi yang disukai wisatawan
BERITAMAGELANG.ID - Libur Nataru, objek wisata yang sedang viral, Nepal Van Java dibanjiri wisatawan dari berbagai daerah.

Pengelola Nepal Van Java, Lilik Setyawan yang dihubungi Minggu, (27/12/2020) mengatakan, di masa libur natal dan tahun baru, jumlah wisatawan bisa mencapai 1.500 orang tiap hari. Biasanya yang datang merupakan wisatawan keluarga atau komunitas.

"Kami tetap menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Secara berkala basecamp pendakian disemprot disinfektan. Demikian juga warung-warung yang biasa dikunjungi wisatawan.

Dikatakan Lilik, sejak viral beberapa bulan lalu, kunjungan wisatawan ke Nepal Van Java terus mengalir. Banyak yang merasa takjub dengan keindahan dusun tertinggi di lereng Gunung Sumbing ini. Deretan rumah berdinding beton yang nampak tersusun mengikuti kontur tanah menjadi daya tarik tersendiri. Ditambah dengan hawa yang dingin sejuk, menjadikan wisatawan betah berlama-lama di sini. 

"Apalagi, penduduk sangat ramah menerima wisatawan," ungkapnya.

Karena banyak wisatawan yang berkunjung, pihak pengelola melakukan pembenahan. Seperti mengatur area parkir, mengecat rumah dan menambah fasilitas terutama untuk swafoto.

Kini, penampakan Nepal Van Java lebih keren dan berwarna-warni. Penataan parkir juga lebih rapi, meskipun dari lokasi dusun, wisatawan harus berjalan kaki belasan meter.

Menurut Lilik, biaya pengembangan masih diambilkan dari kas dusun dan pendakian. Sedangkan hasil dari tiket tanda masuk dipergunakan untuk operasional.

Kuntowiyati, wisatawan asal Bekasi mengaku takjub dengan keindahan Nepal Van Java. Ia dan keluarga sengaja berkunjung ke sini karena penasaran dengan keindahan yang sering dilihatnya baik di media massa atau media sosial. Apalagi, saudaranya yang ada di Magelang sering memamerkan foto-foto saat berkunjung ke Nepal Van Java.

"Ternyata benar-benar indah dan dinginnya itu tidak ketulungan," ujarnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar