Launching Film Mahakarya Borobudur, Bupati Tantang Siswa Menyanyi

Dilihat 889 kali
Bupati Magelang Zaenal Arifin tantang seorang siswi nyanyikan lagu nasional "Tanah Airku" (06/02)

BERITAMAGELANG.ID - Suasana hening seketika sewaktu Bupati Magelang, Zaenal Arifin menantang seorang siswa menyanyikan salah satu lagu nasional berjudul Tanah Airku. Para siswa sempat saling melempar pandangan sampai akhirnya seorang siswi memberanikan diri menjawab tantangan sang Bupati. Seorang siswi SMA pun menyanyikan lagu Tanah Airku dengan lancar di hadapan ratusan penonton lainnya hingga selesai. Atas keberaniannya, ia mendapat penghargaan hadiah berupa buku yang sudah ditandatangani secara eksklusif oleh Bupati.

"Waktu kecil saya sering mendengar nyanyian lagu-lagu nasionalisme. Lagu-lagu itu seakan memberi spirit bagi saya karena itulah yang membangun semangat nasionalisme dalam diri saya," kata Bupati di sela-sela acara peluncuran film Mahakarya Borobudur di ruang Ki Hajar Dewantara, Gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang, Selasa (06/02) siang.

Bupati berpesan di hadapan 250 siswa siswi SMA dan SMK dari seluruh wilayah Kabupaten Magelang yang hadir dalam acara tersebut agar selalu berkarya sesuai minatnya masing-masing.

"Agar anak-anakku selalu belajar dengan kerja keras, cerdas, dan ikhlas. Tingkatkan prestasimu karena negara menunggu," pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, Disdikbud Kabupaten Magelang meluncurkan sebuah karya film pendek berdurasi 22 menit berjudul "Taksaka". Film ini mengisahkan tentang sisi lain Candi Borobudur, mulai dari sejarah awal pembuatannya, makna-makna relief yang menghiasi dinding-dinding candi, hingga cerita mengenai kerajinan di sekitarnya, seperti gerabah yang dikembangkan di Dusun Klipoh, Desa Karanganyar, Borobudur, Magelang. Film ini mengambil latar pengambilan gambar di wilayah Candi Borobudur dan sekitarnya. Semua pemain dalam film ini pun merupakan seniman dan budayawan dari Magelang.

Kepala Disdikbud Kabupaten Magelang, Haryono menyampaikan film ini bertujuan mendokumentasikan peninggalan sejarah yang berupa budaya adiluhung, yakni Mahakarya Candi Borobudur.

"Kami juga ingin melestarikan dan menanamkan nilai luhur budaya dalam rangka pengembangan karakter generasi muda," harapnya.

Sementara Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Magelang sekaligus Produser Eksekutif film Taksaka, Ahmad Husein mengatakan film ini akan ditayangkan sebagai materi pendidikan karakter di sarana edukasi yang dimiliki. 

"Seperti mobil perpustakaan keliling, mini teater di TIC, juga melalui portal berita milik Pemerintah Daerah beritamagelang.id," katanya.

Selain itu, Husein melanjutkan, film ini bukanlah seperti film promosi wisata pada umumnya.

"Kami mengangkat sisi lain dari Borobudur karena kami ingin mengembangkan wisata budaya, maka dalam film ini ada muatan edukasi dan sejarahnya," tandasnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar