Kreasi Layangan Hias Bertahan di Masa Pandemi

Dilihat 723 kali
Bertahan dari pandemi Covid-19 Jasmani beralih profesi dari sopir menjadi penjual layangan indah

 BERITAMAGELANG.ID - Pandemi Covid-19 membuat Jasmani menekuni kerajinan layang layang lipat. Ia beralih profesi dari sopir bus pariwisata demi dapat bertahan hidup. 


Pria berusia 59 tahun itu menggelar hasil kreasi layang layang lipat di jalan Magelang-Yogyakarta tepatnya di kawasan Pasar Mati Blondo Mungkid Kabupaten Magelang. 


Jasmani mengaku inisiatif berjualan layang layang ini terinspirasi dari kondisi pandemi Covid yang memaksa dirinya untuk mendapatkan penghasilan dari sektor yang lain demi untuk bertahan hidup selama Pandemi.


“Saya sopir bus pariwisata, namun ketika pandemi ini sektor pariwisata sangat terdampak," kata Jasmani, Sabtu (10/10/2020).


Ia menceritakan layang-layang lipat tersebut diproduksi sendiri bersama istri dan anak-anaknya. Sementara anaknya juga terkena pemberhentian kerja di Jakarta akibat Pandemi. Untuk itu dirinya bersama istri dan anak berusaha bangkit dengan membuat layang-layang lipat sendiri.


Proses pembuatan layang layang lipat itu dilakukan di rumah yang kebetulan tidak jauh dari lokasi berjualan. Jasmani berbagi tugas bersama keluarganya, untuk finishing lukisan khusus dibuat oleh anaknya.


Semangat Jasmani bertahan di saat pandemi memang luar biasa, meski hujan juga menjadi masalah klasik baginya. Namun Ia tak menyerah begitu saja, berbekal informasi cuaca, Jasmani pindah lapak ke wilayah lain yang memungkinkan untuk melanjutkan berjualan seperti pesisir pantai atau atau kota lainnya.


Layang-layang lipat produksi Jasmani selain dijamin bisa terbang tinggi, juga bisa menjadi hiasan dinding indah di rumah. 


“Kalau di sini sudah mulai hujan ya biasanya kita pindah tempat. Bisa di Kabupaten lain atau dimana uang masih memungkinkan untuk jualan," ungkapnya.


Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung menjadi pengalaman dan berkah bagi Jasmani dan keluarganya. Pasalnya layang layang lipat yang semula dari sekedar cara bertahan hidup, Jasmani mendapatkan jalan baru meraih rezeki. 


Baginya, jika pandemi Covid-19 berakhir dan kondisi ekonomi kembali berjalan normal, Jasmani memilih menjadi penjual layang-layang karena hasilnya lebih menjanjikan dibandingkan pekerjaannya sebelumnya sebagai sopir Bus Pariwisata.


“Milih yang penghasilannya mencukupi. Kalau dengan jualan layang-layang ini menjanjikan, akan saya tekuni,” ujarnya.


Harga layang layang indah produksi keluarga Jasmani dijual mulai Rp25.000,00 hingga Rp100.000,00 tergantung bentuk dan ukurannya. Selain itu Jasmani juga menerima pesanan layang layang dengan bentuk model sesuai keinginan konsumen.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar