Komitmen Melestarikan Alam, Desa Margoyoso Raih Penghargaan Proklim Utama

Dilihat 169 kali

BERITAMAGELANG.ID - Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang mendapatkan penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan ini diraih berkat komitmen tinggi dalam melestarikan alam serta berbagai upaya mitigasi.


Penghargaan tersebut diserahkan oleh, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diwakili, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KLHK, Bambang Hendroyono kepada Bupati Magelang, Zaenal Arifin yang disaksikan Kepala Desa Margoyoso, Adidaya Perdana beserta jajarannya, di Rumah Dinas Bupati Magelang secara virtual, Jumat (23/10/2020).


Kepala Desa Margoyoso, Adidaya Perdana mengungkapkan penghargaan yang diterima ini sangat langka bagi desanya, karena ajang perlombaan atau kompetisi di tingkat nasional tersebut cukup bergengsi. 


Berkaitan dengan Kampung Proklim, Ia menjelaskan sudah sejak dulu nenek moyangnya menerapkan adaptasi dan mitigasi yang berkaitan dengan perubahan iklim.


"Itu dimulai dari hal yang sederhana. Mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, menjaga mata air, melestarikan kerja bakti. Inilah contoh-contoh sederhana yang selama ini dilestarikan oleh para pemuda di Desa Margoyoso," ungkap Adidaya usai menerima penghargaan.


Menurutnya, penghargaan yang telah diraih Desa Margoyoso ini bukanlah titik finish pencapaian, melainkan langkah awal untuk melestarikan alam.


Adidaya menyebutkan Desa Margoyoso juga dianugerahi sumber daya alam berupa banyaknya mata air. Menurutnya, ada sebanyak 88 mata air yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan warga Desa Margoyoso, bahkan dari luar wilayah Kabupaten Magelang.


"Di desa kami ini memang cukup banyak mata air yang selama ini dimanfaatkan tidak hanya oleh warga sekitar, tetapi juga dimanfaatkan oleh warga Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Jadi di tempat kami juga ada gerakan sedekah air. Mereka yang memanfaatkan air itu, kemudian disambung dengan pipa atau pralon untuk kebutuhan sehari-hari minum dan bersuci," paparnya.


Satgas Proklim Desa Margoyoso, Bariah menambahkan, aksi nyata yang telah dilakukan masyarakat Margoyoso selama ini dalam menjaga lingkungan diantaranya, konservasi dan penghijauan, penanganan bencana secara kompak, mengupayakan ketahanan pangan, serta pengelolaan bank sampah.


"Bank sampah sudah ada dua, yang pertama berpusat di pasar Margoyoso, kemudian juga ada di Dusun Manglong. Dan sekarang sudah tambah Tubansari, sudah tambah Tobong, dan tambah di Dusun Sabrang," ungkapnya.


Bariah mengatakan, khusus anak-anak PAUD di Desa Margoyoso akan diberikan pendidikan menanam atau bidang pertanian.


"Jadi anak PAUD ini pada saat outing class (di luar kelas) kita latih saraf motoriknya dengan menanam secara langsung. Dengan menanam menggunakan polybag saya yakin selamanya tidak akan pernah lupa. Diharapkan hal ini bisa ditanamkan kepada anak sejak mereka masih kecil supaya lebih mencintai lingkungannya," ujar Bariah.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar