Jaga Kesehatan Dengan Rajin Cuci Tangan Pakai Sabun

Dilihat 92 kali
Mencuci tangan yang benar mencegah penularan Covid-19

BERITAMAGELANG.ID - World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa kasus COVID-19 sebagai pandemi pada tanggal 11 Maret 2020. Pertama kali kasus di Indonesia diumumkan tanggal 2 Maret 2020 dan kasus terkonfirmasi positif setiap hari terus bertambah. Manusia merupakan sumber utama penularan COVID -19 melalui interaksi antar manusia dengan cara orang yang terinfeksi yang memiliki gejala ringan atau bahkan tanpa gejala bersentuhan dengan orang sehat.

Penyakit ini ditandai dengan gangguan pernafasan akut, radang paru-paru, batuk kering, demam dan nyeri tubuh. Kelompok penyakit yang berpotensi tinggi menjadi penyakit penyerta atau komorbid antara lain hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, gagal ginjal, stroke dan kanker sehingga, akan sangat rentan jika teinfeksi COVID-19.

Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Sampai saat ini, belum ada obat atau vaksin yang tersedia untuk mengatasi virus ini dan tingkat infeksinya meningkat secara drastis di seluruh dunia. Di Indonesia, vaksin corona dengan nama merah putih sedang dikembangkan dan akan diuji klinis tahun depan.

Munculnya wabah penyakit ini mendorong pentingnya untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu, masyarakat perlu mengetahui dengan pasti penularan dan cara pencegahan Covid-19 agar tidak terus mewabah. Salah satu upaya termudah, termurah dan terpenting yaitu membiasakan diri dengan mencuci tangan. Cuci tangan dapat dilakukan menggunakan air dan sabun atau menggunakan antiseptik. Tindakan ini juga telah direkomendasikan oleh WHO dan Kementerian Kesehatan.

Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia

Pada tanggal 15 Oktober, PBB menetapkan sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun se-Dunia. Kampanye ini dimaksudkan agar mencuci tangan menjadi sebuah kebiasaan/ perilaku yang baik untuk menurunkan tingkat kematian dan untuk pencegahan penyakit. Organisasi dunia baik pemerintah maupun non pemerintah sangat mendukung adanya kegiatan ini. Indonesia merupakan salah satu negara yang ikut berpartisipasi.

Saat beraktivitas sehari-hari, akan sulit bagi tangan untuk menghindari virus, bakteri, atau kuman. Penyebabnya, virus tidak bisa dilihat oleh mata secara langsung. Tangan dengan mudah bersentuhan langsung dengan kotoran manusia, binatang, barang, ataupun cairan tubuh lain (seperti ingus), dan makanan/minuman maupun kontak langsung dengan orang tanpa gejala. Saat tidak dicuci dengan sabun, tangan dapat memindahkan bakteri, virus, dan parasit pada orang lain. Beberapa orang tidak sadar bahwa dirinya sedang ditularkan.

Semua jenis virus termasuk COVID-19 dapat aktif di luar tubuh manusia selama berjam-jam bahkan berhari-hari. Virus ini bisa menyebar melalui droplets, seperti saat batuk, bersin, atau saat pengidapnya berbicara. Desinfektan, cairan hand sanitizer, tisu basah, gel, dan krim yang mengandung alkohol semuanya berguna untuk membunuh virus ini, tetapi tidak seefektif menggunakan sabun dan air mengalir.

Mencuci tangan sesering mungkin saja tidak cukup, namun harus dilakukan dengan benar sesuai prosedur yang tepat dan pada waktu yang tepat. Kebersihan tangan dengan antiseptik berbasis alkohol banyak digunakan sebagai salah satu alternatif prosedur yang efektif, mudah dibawa, sederhana dan berbiaya rendah untuk melawan penularan silang COVID-19. Dengan mendenaturasi protein, alkohol menonaktifkan virus, termasuk virus corona, dan karenanya formulasi antiseptik berbasis alkohol dapat digunakan selain menggunakan air dan sabun.

Cara Mencuci Tangan

Bagaimana mencuci tangan yang benar? Yang pertama dan wajib adalah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Waktu mencuci tangan antara 30 sampai dengan 60 detik. Apabila menggunakan antiseptik, minimal dilakukan pencucian tangan selama 20 hingga 30 detik. Sebelum cuci tangan, tidak boleh menyentuh hidung, mulut dan mata.

Ada 7 langkah cuci tangan pakai sabun yang direkomendasikan WHO :

1. Basahi kedua telapak tangan dengan air mengalir, beri sabun secukupnya.

2. Gosok telapak tangan dan punggung tangan serta sela-sela jari tangan kanan dan kiri.

3. Genggam kedua tangan dengan posisi saling mengunci, gosok buku-buku jari.

4. Gosok ibu jari tangan kanan dan tangan kiri.

5. Ujung kuku jari tangan kanan diputar/digosok pada telapak tangan kiri dan sebaliknya.

6. Gosok pergelangan tangan kanan dan kiri.

7. Bilas dengan air mengalir, keringkan tangan dengan tissue/lap bersih.


Waktu yang tepat untuk cuci tangan pakai sabun menurut Kementerian Kesehatan:

1. Setiap kali tangan kita kotor (mengetik, memegang uang, binatang, berkebun).

2. Setelah menceboki bayi atau anak.

3. Setelah buang air besar.

4. Sebelum menyusui bayi.

5. Sebelum makan dan menyuapi anak.

6. Sebelum memegang makanan dan setelah makan.

Apabila tidak ada air, dapat menggunakan antiseptik dengan langkah-langkah seperti di atas. Dengan mencuci tangan yang bersih dan benar, maka kita dapat mencegah penularan penyakit termasuk juga Covid-19 yang sedang mewabah. Jaga selalu kesehatan dengan membiasakan cuci tangan.


Fajar Nur Farida, S.E, M.PH

Administrator Kesehatan Muda

RSUD Muntilan Kab. Magelang

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar