Pentingnya Literasi Digital Bagi Anak-Anak

Dilihat 4005 kali
Foto: pixabay.com
Perkembangan teknologi tak bisa dihindari
Kecanggihannya seolah menjadi kawan kita sehari-hari
Namun, melesatnya teknologi menuntut kita untuk berhati-hati
Sejatinya, teknologi justru bisa menjadi musuh tersembunyi

Di era pandemi Covid-19, khalayak dipaksa untuk berteman baik dengan teknologi. Perkantoran, perkuliahan, termasuk juga anak-anak sekolah harus beradaptasi dengan kecanggihan teknologi. Untuk mengurangi dampak penyebaran Covid-19, Pemerintah telah memberlakukan berbagai kebijakan untuk mengurangi pertemuan tatap muka. Kantor-kantor, pusat perbelanjaan, kampus, sekolah yang tadinya riuh dengan keramaian, kini harus berpindah ke pertemuan di ruang virtual.

Meeting dengan rekan kerja, negosiasi dengan klien, jualan produk barang ataupun jasa, kelas kuliah, dan sekolah anak-anak terpaksa harus dilakukan dari rumah. Tentunya dengan menggunakan teknologi. Jika kita tidak bijak memanfaatkan perkembangan teknologi, justru bisa jadi boomerang untuk diri sendiri.

Dampak dari pandemi Covid-19, anak-anak harus mengikuti kegiatan belajar dari rumah. Setiap hari para wali kelas dan guru memberi materi dan tugas melalui gadget. Sejak pandemi melanda, informasi di dunia maya seolah makin riuh karena banyak orang yang mengaksesnya. Beragam informasi tersaji di dalamnya, entah itu fakta, hoaks, edukatif, hiburan, bahkan pornografi. Dan anak-anak bisa mengakses semua itu dengan mudah melalui gadget.

Orang tua yang bekerja tidak bisa sepenuhnya mendampingi anak saat memegang gadget. Maka dari itu dibutuhkan kemampuan literasi digital bagi anak-anak agar tidak terjerumus dalam konten-konten yang menyesatkan.

Apa itu literasi digital?

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan, salah satu makna literasi adalah kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Sedangkan dikutip dari situs Gerakan Literasi Nasional milik Kemendikbud, literasi digital berarti kecakapan menggunakan media digital dengan beretika dan bertanggung jawab untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi.
Maka bisa dikatakan, literasi digital untuk anak-anak berarti kemampuan mereka memilih informasi yang bermanfaat untuk dirinya.

Seberapa penting literasi digital?

Sangat penting. Di zaman banjir informasi seperti saat ini, anak-anak bisa mengakses konten apapun dari gadget. Maka sedini mungkin anak-anak harus paham soal literasi digital. Orang tua pastinya tidak mau kan anaknya justru mengakses konten-konten yang negatif.

Beberapa waktu lalu Kementerian Kominfo baru saja meluncurkan Program Literasi Digital Nasional. Program ini bertujuan membekali netizen dalam berinteraksi di ruang digital baik dari segi etika, kemampuan, keamanan dan budaya digital. Dalam program ini, netizen bisa mengikuti kelas-kelas yang diselenggarakan untuk kabupaten/kota masing-masing tentunya dengan menghadirkan narasumber lokal yang kompeten di bidangnya.

Melalui kelas-kelas ini, netizen dapat mempelajari kemampuan literasi dan kecakapan digital tingkat dasar, seperti kemampuan fotografi, videografi, media sosial, public speaking, ekonomi kreatif, digital marketing, dan masih banyak lagi.

Bagaimana menumbuhkan literasi digital pada anak?

Yang paling pertama dan mendasar, diskusikan dengan anak konten apa yang boleh dan tidak boleh diakses di internet dan media sosial. Ajak anak memanfaatkan internet untuk membantu mengerjakan tugas sekolah. Ajari anak kesopanan dalam menggunakan media sosial, seperti saat menyapa teman atau gurunya. Atau dalam mengomentari aktivitas sosial di dunia maya.

Sebisa mungkin dampingi anak saat mengakses internet dan media sosial. Batasi juga waktu untuk mengakses gadgetnya. Selain itu orang tua juga wajib menyeimbangkan porsi bermain anak di dunia maya dan dunia nyata.

Sebagai orang tua juga wajib 'melek digital'. Jangan sampai kemampuan anak-anak mengakses konten mengalahkan orang tua yang hanya tahu sebatas menelepon dan berbalas pesan singkat. Anak-anak zaman now sudah keranjingan media-media sosial baru, seperti instagram, tiktok, juga games-games online. Secara berkala media-media sosial tersebut terus mengembangkan fitur-fiturnya agar semakin menarik. Jika orang tua tidak memahami hal itu, bagaimana caranya bisa melindungi anak dari konten negatif? Maka dari itu, orang tua wajib banyak mengupdate informasinya seputar perkembangan dunia digital.

Tidak hanya itu, orang tua juga harus mengajarkan anak bagaimana membedakan informasi fakta atau hoaks. Caranya dengan selalu tabayun dalam menerima informasi. Jangan mudah terprovokasi dengan judul yang WOW. Selalu cek ulang kebenaran informasi. Serta jangan bagikan informasi jika tidak bermanfaat atau masih diragukan kebenarannya.

Mari lindungi anak-anak kita dari serbuan konten negatif. Budayakan anak-anak untuk selalu menganut prinsip literasi digital agar mereka bisa tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang smart, berkualitas dan mandiri.

Selamat Hari Anak Nasional. Anak Terlindungi, Indonesia Maju.

(Fany Rachmawati, Pranata Humas Dinas Kominfo Kabupaten Magelang, Jawa Tengah)

Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Kumparan.com dengan judul Pentingnya Literasi Digital bagi Anak-anak

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar