Nilai Keteladanan Pahlawan

Dilihat 1738 kali
Dengan menanamkan nilai keteladanan para pahlawan, jiwa-jiwa muda ini akan semakin tertempa jiwa dan raganya menyongsong Indonesia ke depan.

Dalam dinamika perjalanan waktu, peringatan hari Pahlawan setiap tanggal 10 November, mengingatkan kembali kepada kita semua tentang pentingnya mamahami sejarah perjuangan bangsa Indonenesia sejak lebih dari setengah abad lalu. Sudah menjadi suatu semboyan dasar dari nasionalisme bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak meninggalkan dan melupakan nilai historisnya.


Menumbuhkan kesadaran untuk merefleksikan kembali nilai historis dan semangat nasionalisme menjadi suatu hal yang sangat penting. Fakta historis tak mungkin terbantahkan lagi. Kemerdekaan yang dapat kita nikmati sekarang ini, tidak lepas dari jasa para pejuang bangsa yang dengan gigih mempertakankan kemerdekaan dengan taruhan nyawa.


Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya merupakan bukti kepada dunia internasional, bahwa bangsa Indonesia masih mempunyai kekuatan untuk dapat mewujudkan cita-cita sucinya dalam mempertahankan kemerdekaan. Walau hanya dengan senjata sekadarnya, namun tekad tersebut merupakan pemantik yang menandakan Indonesia masih survival dengan kekuatan angkatan bersenjatanya maupun kebulatan tekadnya untuk merdeka.


Peringatan Hari Pahlawan Ke-77 Tahun ini, Kementerian Sosial Republik Indonesia telah meluncurkan tema Pahlawanku Teladanku. Tema tersebut mengandung maksud agar seluaruh bangsa Indonesia dapat mengambil makna terkandung di dalamnya.


Seharusnya setiap insan masyarakat Indonesia memiliki semangat kepahlawanan dan tergerak hatinya untuk membangun negeri sesuai dengan potensi dan profesinya masing-masing. Di samping itu pengorbanan dan perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan membuat masyarakat terinspirasi dan termotivasi untuk meneruskan perjuangan mereka.


Masyarakat saat tidak perlu melakukan hal seperti yang dilakukan pada saat revolusi fisik, seperti mengangkat senjata atau maju ke medan perang. Namun, masyarakat saat ini dapat berjuang dengan melawan berbagai permasalahan bangsa, seperti kemiskinan, bencana alam, narkoba, paham-paham radikal, hingga berjuang melawan pandemi Covid-19 yang telah memporakporandakan sendi-sendi kehidupan.


Pemaknaan yang lebih mendalam yang perlu ditekankan tak lain yaitu keteladanan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi kita semua untuk meneruskan pembangunan dan mengisi kemerdekaan. Dengan berbekal prinsip nasionalime diharapkan dapat menjadi pemantik agar bangsa Indonesia dengan keanekaragaman budayanya dapat mengokohkan semangat persatuan dan diimplementasikan dalam karya nyata yang dapat bermanfaat untuk kepengingan publik. Semangat nilai-nilai kepahlawanan dalam sejarah perjuangan bangsa ini tidak akan pernah hilang. Bahkan harus berkembang dan bertransformasi seiring dengan modernisasi dan kemajuan zaman (https://www.lemhannas.go.id).


Perubahan Zaman


Kepahlawanan pada saat ini tentunya dapat dilihat dari suatu perubahan dari perkembangan peradaban kita dari waktu ke waktu. Generasi sekarang tidak lagi berhadapan dengan musuh yang sama dengan perjuangan revolusi fisik tahun 1945. Musuh generasi sekarang adalah persoalan keadilan dan kesejahteraan yang belum bisa dinikmati secara merata oleh masyarakat Indonesia.


Generasi milenial, kini memiliki pekerjaan rumah berat yaitu menjadikan negara yang kuat dan punya daya saing yang baik untuk berhadapan dengan negara-negara lainnya di Indonesia. Untuk itu, jiwa kepahlawanan saat ini mensyaratkan banyak hal antara lain, generasi yang disebut milenial harus mengubah diri agar lebih dapat fokus untuk meningkatkan mutu diri mereka sendiri. Dengan begitu mereka dapat bermafaat untuk komunitas di sekelilingnya, kemudian bagi bangsa dan negara. Mereka yang berasal dari generasi milenial ini juga layak disebut sebagai pahlawan.


Momentum memeringati Hari Pahlawan pada hakikatnya adalah meneguhkan komitmen untuk selalu mencintai Indonesia. Peran kaum muda milenial dirasa cukup penting untuk terus mengawal bangsa ini agar tidak terlalu disibukkan dengan masalah-masalah bangsa yang cukup menguras energi.


Belakangan ini banyak muncul di ranah publik berbagai permasalahan yang menyita waktu dan tenaga, seperti sentimen kedaerahan, ujaran kebencian, maupun maraknya berita bohong (hoaks) yang dapat mengganggu perjalanan bangsa ini dalam mencapai  cita-cita menjadi bangsa yang maju dengan SDM unggul.


Dengan bekal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan akan memunculkan inovasi maupun talenta generasi milenial, sehingga kontribusi mereka  dapat diberikan bagi keberlangsungan bangsa. Kaum milenial dapat memberikan kontribusi secara dan lebih luas pada upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia maupun pengelolaan sumber daya alam, sehingga dapat dimanfatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan bersama.


Predikat pahlawan memang biasanya disematkan untuk orang yang dalam kehidupannya sudah teruji memiliki dedikasi cukup besar bagi bangsa dan negara. Mereka sudah selesai dengan urusannya sendiri, sehingga waktu dan atensinya lebih banyak dicurahkan demi kepentingan bangsa dan negara. Mereka juga tidak lagi tergoda untuk melakukan sesuatu demi kepentingan pribadi atau golongan.


Nilai Keteladanan


Sebagai bahan refleksi bersama, kiranya pemaknaan hari Pahlawan dapat lebih diperluan bukan hanya sekadar seremonial, namun perlu tindakan praksis yang dapat memberikan kontribusi positif bagi semua kalangan. Sumber inspirasinya tak lain adalah keteladanan yang diberikan oleh para pahlawan, sehingga Indonesia sampai saat ini masih tegak berdiri dengan kokoh.


Mereka hanya memahami bagaimana arti berjuang dan perjuangan, dengan satu tujuan agar anak cucunya tidak merasakan penderitaan, sebagaimana yang mereka rasakan di masa-masa penjajahan di masa lalu. Hari Pahlawan sudah barang tentu tidak hanya diperingati rutinitas setiap tahunnya, melainkan dapat menjadikan perenungan bersama untuk menentukan langkah ke depan bangsa ini, demi menciptakan kehidupan berbangsa yang ideal dan bermartabat.


Di samping itu, pemaknaan lebih mendalam dari Hari Pahlawan tersebut, harapannya lebih jauh yaitu dapat memberikan energi tambahan untuk menggugah kesadaran segenap elemen bangsa untuk terus bersatu mengutamakan persatuan dan kesatuan serta membantu sesama tanpa memandang sekat-sekat perbedaan. Dengan mengokohkan semangat persatuan, bangsa ini akan kokoh dan optimis menapaki kehidupan masa depan yang tentunya dinamikanya semakin kompleks.


(Oleh: Drs. Ch. Dwi Anugrah, M.Pd., Guru Seni Budaya SMK Wiyasa Magelang)

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar