Menghargai Air Untuk Hidup Sehat

Dilihat 102 kali

Hari Air Dunia XXIX tahun 2021 atau World Water Day yang diperingati setiap tanggal 22 Maret ditujukan untuk manusia di seluruh dunia sebagai pengingat akan pentingnya kualitas dan kuantitas air serta pengelolaan air berkelanjutan pada saat krisis global air. Hal ini untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) yang dicanangkan oleh PBB sebagai upaya berskala global untuk meningkatkan kualitas hidup miliaran orang di seluruh dunia. Peningkatan akses terhadap air bersih dan sanitasi merupakan salah satu di antara 17 tujuan SDG's.


Pesatnya pembangunan di berbagai negara dan tingginya laju pertumbuhan penduduk membuat kebutuhan akan air terus meningkat sedangkan ketersediaannya terus berkurang. Meskipun merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui, kenyataannya ketersediaan air tanah tidak bertambah. Oleh karena itu pembangunan yang baik harus memperhatikan kualitas dan kuantitas air. Kesadaran tentang pentingya air bersih adalah kebutuhan yang harus dipenuhi.


Peringatan hari Air Dunia tahun ini dengan tema "Menghargai Air" masih di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai. Tema ini sangat menarik karena air memiliki nilai yang sangat besar untuk kehidupan seperti untuk kebutuhan rumah tangga, makanan, kesehatan, ekonomi, pendidikan dan keberlangsungan alam. Akses terhadap air bersih memang sangat penting dalam kondisi normal sekalipun, apalagi di masa pandemi. Sejak pandemi Covid-19, perhatian dunia telah terpusat pada perlunya air untuk kebersihan pribadi. Bahkan dalam protokol kesehatan juga tertuang imbauan untuk mencuci tangan dengan air yang bersih untuk pencegahan penularan Covid-19. 


Air dan Kesehatan


Dalam kegiatan sehari-hari seperti minum, memasak, mandi, mencuci harus dalam keadaan bersih agar terhindar dari berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh kualitas air yang buruk. Untuk mendapatkan kualitas air yang baik, maka pengolahannya sangat penting.


Kementerian Kesehatan telah merilis tips untuk menjaga kualitas air bersih di lingkungan, yaitu:


1. Pisahkan jarak antara sumber air dan jamban dan tempat pembuangan sampah minimal 10 meter.

2. Sumber mata air harus dilindungi dari bahan baku pencemar.

3. Sumur gali, sumur pompa, kran umum dan mata air harus dijaga bangunannya agar tidak rusak.

4. Lantai sumur sebaiknya kedap air (diplester) dan tidak retak, bibir sumur dan dinding sumur diutup.

5. Ember penampung air dilengkapi dengan penutup dan gayung bertangkai, dijaga kebersihannya.

6. Air harus dijaga kebersihannya dengan tidak ada genangan air di sekitar sumber air dan dilengkapi dengan saluran pembuangan air, tidak ada lumut pada lantai/dinding sumur.


Kuantitas pemakaian air berhubungan erat dengan tingkat risiko mengalami gangguan kesehatan. Semakin rendah pemakaian air maka semakin tinggi risiko kesehatan (Domestic Water Quantity, Service Level and Health, WHO 2003). Menurut data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, pemakaian air lebih banyak di perkotaan daripada pedesaan. Rata-rata per orang menggunakan 46,5 liter per hari pada akses optimal.


Air merupakan zat yang tidak mengandung kalori seperti pada makanan namun keberadaannya sangat dibutuhkan oleh tubuh. 50% - 75% penyusun tubuh adalah air. Banyak orang menganggap remeh kekurangan cairan, padahal kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi yang berakibat buruk pada kinerja organ-organ tubuh. Cepat lupa, sulit berkonsentrasi, cepat lelah menjadi bukti bahwa tubuh sedang kekurangan air. Selain itu berakibat pula pada gangguan fungsi ginjal dan jantung dan dapat berujung pada kematian.


Manfaat air bagi tubuh diantaranya mengangkut zat gizi ke seluruh tubuh, melarutkan molekul (asam amino, glukosa, mineral, vitamin dan molekul kecil lain yang dibutuhkan sel, membersihkan jaringan dalam peredaran darah, melindungi organ janin dalam kandungan serta mengontrol suhu tubuh). Pada kondisi normal, kebutuhan akan cairan dapat dihitung menggunakan rumus Holiday-Segar. Caranya adalah 10 kg berat badan pertama dikali 100 (ml) kemudian ditambah 10 kg berat badan selanjutnya dikali 50 (ml) ditambah sisa kg berat badan (berat badan - 20) kg dikali 20 (ml). Simulasinya sebagai berikut:


Jika berat badan = 60 kg, Maka:


(10 x 100) + (10 x 50) + (60 - 20) x 20 = 2.300 ml

Sehingga air yang dibutuhkan pada orang dengan berat badan 60 kg yaitu 2.300 ml per hari.


Pemenuhan kebutuhan air dalam tubuh dilakukan melalui konsumsi makanan dan minuman. Agar terhindar dari dehidrasi atau penyakit lain dikarenakan perilaku minum yang salah maka perlu diterapkan Life Balance, antara lain:


1. Cukup asupan nutrisi dan minuman dalam tubuh.

2. Sempatkan waktu untuk istirahat

3. Lebih banyak konsumsi air putih.

4. Lebih banyak konsumsi buah dengan kandungan air.

5. Hindari konsumsi terlalu banyak jajanan minuman tinggi kadar gula serta pewarna yang dapat memicu diabetes, obesitas dan penyakit jantung seperti soft drink.


Selalu penuhi kebutuhan cairan dalam tubuh dengan air yang berkualitas baik agar tubuh terhidrasi dan aktivitas menjadi lancar. 


Fajar Nur Farida, S.E.M.PH

Administrator Kesehatan Muda

RSUD Muntilan Kabupaten Magelang


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar