Hindari Malas Gerak, Ayo Olahraga

Dilihat 386 kali
Senam bersama di Kabupaten Magelang.

BERITAMAGELANG.ID - Perkembangan zaman menjadi semakin modern dan dinamis seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kehidupan modern menyajikan banyak kemudahan bagi hampir semua orang mulai dari transportasi bahkan layanan kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh adalah untuk membeli makan, berbelanja bahkan pergi ke suatu tempat, semua sudah bisa dilakukan hanya dengan mengaktifkan jempol tangan, hampir kebutuhan sehari-hari dapat dipenuhi dengan praktis dan mudah, hal tersebut berdampak pada perilaku masyarakat menjadi pasif, kurang bergerak bahkan dikenal istilah "mager"atau malas gerak.


Mager merupakan salah satu perilaku yang beresiko dan sudah menjangkiti sebagian besar orang termasuk generasi Z (usia 15-20), generasi milenial (21-34) dan generasi X (35-49) dimana generasi-generasi tersebut merupakan generasi yang produktif. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu besama gadget, nonton tv, menggunakan komputer atau sekedar tiduran dibandingkan beraktivitas fisik. Kondisi mager semakin didukung oleh banyak faktor misalnya ruangan yang berpendingin meskipun cuaca di luar panas, sinyal wifi yang cepat, dan sarana komunikasi tanpa bayar.


Data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013 tercatat 26,1% sedangkan tahun 2018 meningkat menjadi 33,5% untuk proporsi perilaku kurangnya aktivitas fisik dalam kategori kegiatan kumulatif kurang dari 150 menit seminggu. Tentu saja ini harus segera diatasi agar tidak terjadi peningkatan di tahun-tahun berikutnya.


Dampak Malas Gerak

Beberapa alasan yang menyebabkan orang menjadi mager diantaranya kelelahan, jenuh dengan aktivitas sehari-hari, bad mood dan ada pula yang disebabkan oleh kondisi ekonomi. Malas gerak atau mager telah mendapatkan perhatian dari berbagai pihak terutama bidang kesehatan. Energi yang dikeluarkan pada saat mager sangat rendah sehingga upaya pembakaran kalori juga rendah, terlebih perilaku mager yang disertai ngemil tidak sehat.


Salah satu efek langsung paling menonjol dari mager adalah peningkatan Indeks Massa Tubuh yang mengarah pada obesitas. Indeks Massa Tubuh yaitu angka yang menentukan apakah berat badan Anda ideal, kurang, atau berlebih. Obesitas dapat memicu terjadinya berbagai penyakit. Beberapa penelitian menyebutkan terdapat korelasi antara malas gerak dengan berbagai macam penyakit tidak menular seperti jantung, hipertensi, diabetes tipe 2, beberapa jenis kanker bahkan bisa menyebabkan kematian. Untuk setiap peningkatan 1 jam/ hari dari malas gerak, risiko untuk Diabetes tipe 2 meningkat 5% dan 4% untuk hipertensi. 


Dampak dari mager juga mengarah pada ekonomi. Orang-orang yang malas gerak pada usia produktif tentu saja akan tersusul oleh orang-orang yang aktif bergerak, bekerja. Jika produktivitas berkurang maka pendapatan juga berkurang. Terlebih lagi, godaan marketplace semakin menjamur. Cukup dengan menekan tombol semua bisa dilayani. Pada generasi Z, perilaku mager juga telah teridentifikasi berdampak pada penurunan kebugaran, perilaku pro-sosial dan prestasi akademik.


Masalah selanjutnya adalah maraknya hoax yang tersebar dengan cepat. Orang-orang yang mager karena menggunakan gadgetnya akan sangat cepat merespon berita atau informasi dan menyebarkan kembali. 


Solusi agar tidak malas gerak

Masyarakat yang sehat menjadi aset dari suatu negara, sedangkan masyarakat yang banyak mengidap penyakit akan menjadi beban dalam pembangunan. Mengingat dampak yang akan terjadi dari perilaku mager maka perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak. Untuk mengurangi perilaku mager, yang utama berasal dari diri sendiri.


Salah satu pilar dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) adalah peningkatan aktivitas fisik. Definisi aktivitas fisik adalah kegiatan menggerakkan anggota tubuh yang membuat otot beserta rangka tubuh kita bergerak dan denyut jantung meningkat, sehingga darah dan oksigen dapat disalurkan dengan baik ke seluruh tubuh. Ada 3 komponen utama dalam aktivitas fisik, yaitu kegiatan sehari-hari, latihan fisik dan olahraga.


Berbagai aktivitas fisik yang dapat dilakukan sehari-hari misalnya mencuci baju, menyapu, mengepel, berjalan atau menyalurkan hobi berkebun. Untuk latihan fisik bisa melakukan jogging di ruang-ruang terbuka yang telah disediakan oleh pemerintah daerah masing-masing, bersepeda atau mengikuti kegiatan senam di tempat kerja juga bisa dilakukan untuk peningkatan aktivitas fisik.

 

Beberapa manfaat aktivitas yaitu meningkatkan rasa percaya diri, membangun rasa sportifitas, mengendalikan berat badan, membantu mengendalikan stres, memperlancar aliran darah, meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi serta mengendalikan kecemasan dan depresi. Selain itu juga menambah keakraban antar pekerja sehingga menjadi orang yang pro-sosialis.


Kita juga bisa memilih olahraga yang disukai. Misalnya berenang, badminton, basket, sepakbola atau tenis meja. Apabila tidak ingin melakukan sendirian, dapat bergabung ke komunitas-komunitas olahraga, sehingga terasa lebih bersemangat karena dilakukan bersama-sama. Semua aktivitas fisik disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu dan lingkungan. Dengan melakukan aktivitas fisik minimal 20 - 30 menit setiap hari cukup untuk mengurangi dampak buruk dari malas gerak atau mager.


Fajar Nur Farida, S.E, M.PH

Administrator Kesehatan Pertama

RSUD Muntilan Kabupaten Magelang

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar