Unik, Pria Ini Koleksi Puluhan Radio Transistor Jadul

Dilihat 3305 kali
Kolektor radio transistor, Dimas Indra memamerkan koleksi radionya yang kini mulai langka keberadaannya

BERITAMAGELANG.ID - Radio adalah salah satu perangkat yang digunakan manusia sebagai media mendengarkan suara (audio) jarak jauh. 


Meski saat ini bisa dibilang kurang populer karena kehadiran internet, radio tetap mempunyai pendengar setia. Bahkan, beberapa jenis radio mulai langka, namun justru menjadi buruan kolektor.


Warga Muntilan, Dimas Indra, sejak 2017 mulai berburu radio lawas, khususnya radio transistor. Tak heran, kini sebanyak 60 radio jadul transistor dipajang di rumahnya. Saat ini radio transistor mulai tergolong langka karena  populernya di era tahun 50 hingga 70-an.


"Awal hunting berburu radio dulu saya berpikiran akan mudah menemukan radio transistor di pasar klitikan, ternyata belum tentu ada barangnya.


Pasar Kliwonan Muntilan, Pasar Niten Bantul, Pasar Pakuncen Jogja, hingga Triwindu Solo pernah saya datangi, namun tidak sesuai bayangan saya, radio transistor mulai sulit ditemukan," ungkap Dimas Indra, yang dulu pernah berprofesi sebagai penyiar radio.


Alasannya memutuskan sebagai kolektor radio transistor dibandingkan radio tabung, adalah karena bentuk dan wujud radio transistor lebih variatif serta beragam ukuran dan warnanya.


"Saya hanya fokus di radio transistor dibandingkan dengan radio tabung. Karena radio transistor warna dan wujudnya lebih menarik dan beragam, dibandingkan dengan radio tabung yang warna dan bentuknya cenderung monoton tidak variatif," lanjutnya.


Dimas Indra menambahkan, sebagai seorang kolektor, dirinya mengutamakan kondisi fisik radio transistor lawas, yaitu keutuhan body, part atau bagiannya, serta radio tersebut harus bisa dihidupkan.


"Pada awalnya cari utuh dan nyala, tapi sekarang kalau bisa nyala. Kalaupun hanya utuh partnya juga gakpapa, karena nanti bisa dinyalakan mesinnya.


Dan sebisanya part radio harus orisinal atau aslinya, seperti panel-panelnya dan part lainnya," papar Dimas Indra.


Harga radio transistor koleksi Dimas Indra cukup beragam, dari ratusan ribu hingga satu jutaan rupiah. Bahkan Dimas Indra tidak jarang mendapat radio new old stock atau radio baru namun stok lama.


"Saya beruntung pada awal saya berburu radio transistor pada tahun 2017, harganya masih tergolong terjangkau, misal 200 hingga 300 ribu rupiah. Namun, sekarang kisaran harga bisa 500 ribu rupiah lebih, tergantung kondisi, merk dan kelangkaan di pasaran," jelasnya.


Salah satu koleksi radio transistor yang unik milik Dimas Indra adalah merk Citizen. Dulunya, radio tersebut diproduksi terbatas oleh perusahaan Citizen, yang dipersembahkan khusus untuk para pelanggan setianya.


"Kita semua tahu Citizen bukan perusahaan yang memproduksi radio. Tetapi Citizen memesan sejumlah radio kepada suatu perusahaan.


Yang nantinya radio tersebut dipersembahkan kepada pelanggan Citizen. Radio ini sangat langka, termasuk syarat dengan sejarah tujuan pembuatanya," kata dia.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar