Kolaborasi DInsos-UM Magelang Dorong Anak KPM PKH Kuliah Dengan Gerakan Ayo Kuliah

Dilihat 202 kali
Gerakan Ayo Kuliah kerjasama DInsos-UM Magelang untuk anak KPM PKH di Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang

BERITAMAGELAG.ID  - Dinas Sosial Kabupaten Magelang yang bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Magelang meluncurkan projek Gerakan Ayo Kuliah  (GAK) untuk anak-anak  Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Program  Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Magelang.


Proyek bersama ini guna memberi kesempatan kepada anak-anak PKM dan PKH kelas XII SMA/SMA/MA sederajat agar dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan di perguruan tinggi.


"Mendukung penuh upaya-upaya baik kegiatan ini. Hal itu karena merupakan indikator positif dari implementasi PKH di Kabupaten Magelang," kata  Kabid Reshos Limjamsos Dinas Sosial Kabupaten Magelang Dian Hermawan, Rabu (15/7/2020).


Menurutnya, sesuai data selama tahun 2012-2019 terdapat 166 anak KPM PKH di Kabupaten Magelang yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi baik memalui jalur beasiswa maupun mandiri. Angka ini merupakan 2% dari jumlah keseluruhan ART PKH Kab. Magelang yang lulus SMA selama 8 tahun terakhir. Angka tertinggi ditunjukkan pada tahun 2017 dan 2018 dengan 47 anak PKM PKH yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sedangkan angka terendah ada pada tahun 2019 dengan total 4 anak KPM PKH yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.


Gerakan Ayo Kuliah ini pertama kali dilakukan di Kabupaten Magelang dari kolaborasi kerjasama antara Dinsos Kabupaten Magelang dan Universitas Muhammadiyah Magelang.


Melalui pendidikan matarantai kemiskinan akan terputus, dan diharapkan saat anak-anak KPM PKH lulus kuliah akan mendapatkan pemikiran yang maju.


"Pendidikan dapat mengembangkan pemikiran untuk maju dan kesejahteraan masyarakat meningkat baik dalam pekerjaan formal maupun non formal," terangnya.


Kegiatan GAK sendiri mengadaptasi dari projek yang sama yaitu Gerakan Ayo Kuliah yang dilakukan di Lampung. Sedangkan fokus pertama Gerakan Ayo Kuliah ini berada di wilayah Kecamatan Muntilan dengan target 25 anak.


Gerakan Ayo Kuliah ini dimulai pada tanggal 14 Juni hingga 4 Juli 2020 dengan dukungan dari pemerintah Kecamatan Muntilan.


Pada projek ini, tim dari Universitas Muhammadiyah Magelang dibagi menjadi 7 kelompok yang disebarkan ke 3 kecamatan, salah satunya di Kecamatan Muntilan. Kelompok di Kecamatan Muntilan tepatnya di Desa Pucungrejo ini di bimbing langsung oleh Kun Hisnan Hajron, M.Pd dengan anggota berjumlah 5 orang mahasiswa yaitu Muhammad Niko Zunnurain sebagai ketua kelompok, Wahyuni, Hasna Nur Afifah, Anis Wulandari dan Bagas Dwi Suprihanto. Kelima mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa semester 4 Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Magelang.


Terpisah Rektor UM Magelang Dr.Suliswiyadi, M.Ag mengungkapkan jika kegiatan GAK Dinas Sosial Kabupaten Magelang ini sebagai terobosan untuk meningkatkan SDM generasi milenial yang unggul.


"Sebagai salah satu upaya bersma mewujudkan pembangunan nasional menuju SDM Indonesia yang unggul dan maju," ungkap Suliswiyadi.


Gerakan Ayo Kuliah bertujuan meningkatkan pengetahuan dan memotivasi anak PKM PKH di Kabupaten Magelang tentang perguruan tinggi. Materi yang diberikan diantaranya seputar beasiswa kampus, enterpreneur, keorganisasian, tips & trik menjadi mahasiswa berprestasi, serta mengubah paradigma masa depan. 


Dalam pemberian materinya pun dikemas dengan banyak metode, mulai dari diskusi, tanya jawab, FGD (Focus Gruop Disccusion), dan debat. Selain itu dalam projek ini juga diberikan pelatihan SBMPTN dan public speaking.


Diantara peserta Gerakan Ayo Kuliah saat ini ada 2 anak yang sudah diterima melalui jalur SNMPTN dan jalur undangan memperoleh beasiswa bidikmisi. Sedangkan peserta yang lain tengah berjuang dengan mengikuti seleksi masuk dengan SBMPTN.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar