Khawatir Lapuk, Abu Merapi Di Candi Borobudur Dibersihkan

Dilihat 172 kali
Petugas BKB membersihkan abu vulkanik akibat erupsi Merapi yang mengguyur candi Borobudur, Minggu (21/6/2020)
BERITAMAGELANG.ID - Hujan abu akibat erupsi Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, juga mengguyur kawasan wisata candi Borobudur. Bila tidak segera dibersihkan, dikhawatirkan abu akan merusak batu candi.

Kasi Konservasi Balai Konservasi Borobudur (BKB) Magelang,  Yudi Suhartono yang dihubungi Mingu (21/6/2020) mengatakan, guyuran abu merata di seluruh batuan candi. Meskipun abu yang menguyur sangat tipis tidak sampai 1 mm, pihak BKB tetap melakukan pemantauan. 

"Dari kejauhan, candi Borobudur nampak putih, akibat diselimuti abu tipis," katanya.

Pihaknya membersihkan candi dengan sikat kering dan ijuk. Selain itu juga mengunakan vacuum cleaner untuk menyedot debu yang ada di sela-sela batu, dan tidak terjangkau dengan sikat kering. Pembersihan itu dilakukan, agar batu candi peninggalan Dinasti Syailendra itu tidak lapuk.

Menurut Yudi, abu erupsi Merapi mengandung asam dan PH nya mencapai 4-5. Bila batuan ini terkena abu terus-menerus, akan terjadi pelapukan.

Pembersihan melibatkan puluhan petugas dan dilakukan sampai batu menjadi bersih dari abu Merapi.

Sebelumnya, Minggu (21/6/2020) pukul 09.13 WIB, gunung Merapi mengalami erupsi. Tinggi kolom erupsi mencapai sekitar 6.000 meter. Status Merapi masih waspada level 2. Erupsi menyebabkan hujan abu di delapan kecamatan Kabupaten Magelang, meliputi Srumbung, Dukun, Sawangan, Muntilan,  Mungkid, Borobudur, Ngluwar dan Salam.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar