Kerjasama PB NU dan Lippo Group Wujud Upaya Kontra Radikalisme

Dilihat 235 kali
Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj saat berada di RS Syubanul Wathon Magelang Jawa Tengah, Kamis (7/11/2019)

BERITAMAGELANG.ID - Kerjasama pihak muslim dan non muslim seperti PB NU dan Lippo Group dalam mendirikan rumah sakit, merupakan wujud upaya kontra radikalisme.


Demikian disampaikan Ketua PBNU Said Aqil Siraj dalam acara peresmian RS  Syubanul Waton Tegalrejo Kabupaten Magelang, Kamis (7/11/2019).


"Ini merupakan salah satu upaya kontra radikalisme, kerjasama antara PBNU dengan Group Lippo yang notabene adalah umat Kristiani," kata Said dalam sambutannya saat acara peresmian RSU Syubbanul Wathon di Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (7/11/2019).


Ia mengatakan, Syubanul Wathon bermakna garda bangsa atau pengawal bangsa. Hal ini menggambarkan bahwa NU merupakan penjaga dan pengawal bangsa. 


Keberadaan civil society sangat penting. Indonesia lebih maju dari Timur Tengah. Di Indonesia sudah ada parpol dan civil society, ada LSM yang menjadi faktor menentukan kemajuan di masa mendatang. Salah satunya upaya civil society untuk mewujudkan rumah sakit ini. 


Said Aqil menyampaikan, kerjasama ini akan terus berlanjut dengan mendirikan rumah sakit serupa di Jepara, Kendal dan Wonosobo.


"Para santri juga tidak boleh ketinggalan dari perubahan zaman yang memasuki era 4.0. Karena itu santri mesti mengikuti perkembangan teknologi," pesannya.


Said meminta agar santri harus bangga dengan dirinya dan percaya diri, tidak boleh mengandalkan siapapun dan menyandarkan nasib pada pihak lain.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar