Kepala Bappeda Gagas Kerja Sama Destinasi Wisata Di Perbatasan

Dilihat 269 kali
Kepala Bappeda dan Litbangda Kabupaten Magelang Sugiyono dalam kegiatan Penguatan Perencanaan Pengembangan Pariwisata Kabupaten Magelang.

BERITAMAGELANG.ID - Kepala Bappeda Litbangda Kabupaten Magelang, Sugiyono mengatakan, perlu ada kerja sama pariwisata di Daerah perbatasan. Hal ini untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat di kawasan tersebut.


"Di wilayah Kabupaten Magelang sendiri ada beberapa objek wisata di Daerah perbatasan, diantaranya untuk wilayah utara adalah Gunung Telomoyo, yang berbatasan antara Kabupaten Magelang dengan Semarang.


Sedangkan wilayah selatan adalah Puncak Suroloyo Bukit Menoreh berada di batas Kabupaten Magelang dan Kulonprogo DIY, maka hal itu menarik untuk dikerjasamakan, karena prinsip pariwisata adalah maju bersama dan berkembang bersama," ucap Sugiyono, saat kegiatan Penguatan Perencanaan Pengembangan Pariwisata Kabupaten Magelang, Selasa (3/11/2020) di kawasan perbukitan Menoreh.


Sugiyono mengatakan, salah satu potensi pariwisata di kawasan Magelang bagian selatan adalah jajaran Perbukitan Menoreh. Bukit tersebut berada di tiga wilayah kabupaten yang berbeda, yaitu Kabupaten Magelang, Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kulonprogo.


"Dulu pernah ada pengusulan nama wilayah destinasi wisata di perbatasan tiga kabupaten tersebut, dengan nama Santribener, yaitu Salaman (Magelang), Tritis (Kulonprogo) dan Bener (Purworejo), namun belum direalisasikan.


Hal tersebut sebenarnya bagus karena merupakan fungsi perencanaan yang integratif antar daerah," ungkap Sugiyono.


Kegiatan Penguatan Perencanaan Pengembangan Pariwisata Kabupaten Magelang, menurut Sugiyono, bertujuan mencari data terkait dengan pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Magelang.


"Dalam kegiatan ini peserta melakukan survei dan observasi langsung ke lapangan, sehingga akan mendapatkan data yang sesuai dengan kenyataan yang ada, dalam hal ini adalah destinasi wisata di wilayah Kabupaten Magelang.


Ini merupakan kegiatan ketiga kalinya, sebelumnya dilaksanakan di wilayah Kabupaten Magelang bagian Utara dan Timur, kemudian Magelang bagian Barat dan yang terakhir dalam rangkaian kegiatan ini adalah Magelang bagian selatan," papar Sugiyono.


Survei tersebut mengacu kepada holistik, tematik, terpadu, dan berbasis komunitas, dimana masyarakat harus ikut memiliki, ikut menjaga dan mengembangkan, sehingga menjadi kebutuhan. Secara teknis pertanyaan survei berisi spasial tata ruang, budi daya dan perlindungan. Adapun ujungnya untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat. 


Survei ini melibatkan beberapa SKPD terkait, termasuk komunitas pariwisata dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Magelang.


Dalam teknis survei, yang diselenggarakan oleh Bappeda Kabupaten Magelang, unsur dinas mencari data di masing-masing bidang, yaitu Dinas Perhubungan konsentrasi dari sisi aksesbilitas, DPUPR sisi infrastruktur dan destinasi buatan, Disdikbud sisi cagar budaya dan seni budaya, Dinas Pertanian sisi Argowisata, serta BPBD mitigasi bencana.


"Ada tim kecil yang menyusun buku laporan, kemudian diworkshopkan dengan peserta yang sama untuk disempurnakan. Setelah itu akan dilaporkan kepada Pak Bupati Magelang.


Buku tersebut sebagai pertimbangan Bapak Bupati untuk mengambil kebijakan pengembangan pariwisata di Kabupaten Magelang," tandas Sugiyono, yang dalam survei kali ini mengunjungi Puncak Suroloyo, Gunung Kukusan, Puncak Sembilan dan Kebun Teh Linggo.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar