Kemendikbudristek Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pelaku Wisata dan Budaya

Dilihat 162 kali
Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Dirjen Kebudayaan pada Kemendikbudristek Judi Wahjudin

BERITAMAGELANG.ID - Dirjen Kebudayaan pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) bagi pemandu wisata, seni kriya dan pengelola kebudayaan di wilayah Candi Borobudur Kabupaten Magelang.


Kegiatan yang digelar pada 18-22 Oktober 2021 ini bertujuan meningkatkan kompetensi masyarakat di Kawasan Candi Borobudur yang menjadi destinasi super prioritas.


"Tata kelola di kawasan Candi Borobudur, baik sebagai warisan dunia maupun pemberdayaan masyarakat sekitarnya. Maka dari itu tata kelola ini tidak hanya bersifat fisik tetapi juga non fisik," kata Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Dirjenbud pada Kemendikbudristek, Judi Wahjudin usai membuka kegiatan di Balkondes Karanganyar Borobudur, Senin (18/10).

 

Kegiatan di Balkondes Wanurejo, Karanganyar dan Balkondes Ngargogondo ini diikuti 130 peserta dari 20 desa di sekitar Candi Borobudur. Para peserta merupakan para pemandu wisata, seni kriya dan pengelola kebudayaan.

 

Menurut Judi, materi kegiatan berupa penguatan kompetensi, akses, peluang, inovasi produk dari narasumber yang kompeten dari bidang tata kelola pagelaran, praktisi bidang UMKM, Balai Konservasi Borobudur dan lain sebagainya. 


Sedangkan Bimtek bagi pemandu wisata Sejarah Borobudur, para peserta akan dibekali kesejarahan, kepurbakalaan, pelestarian dan tradisi masyarakat di Kawasan Candi Borobudur dengan praktik lapangan.


"Selain mendapat berbagai materi para peserta juga akan mendapat pengetahuan dan pengalaman dari praktek itu," ujar Judi yang berharap para peserta selain dapat berpartisipasi dalam tata Kelola dan pelestarian Borobudur, mereka juga dapat menerima manfaat lebih dari keberadaan Candi Borobudur sebagai Warisan Dunia.


Kegiatan ini merupakan sinergi dengan Balai Konservasi Borobudur, Balai Pelestarian Nilai Budaya Yogyakarta, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah, dan PT Management Community Based Tourism (CBT) Nusantara, serta pemerhati dan tokoh budaya setempat.


Pamong Budaya Ahli Madya BKB, Yudi Suhartono menilai pelatihan ini sangat diperlukan bagi para pelaku pariwisata, mengingat keberadaan Candi Borobudur merupakan sumber ilmu, sumber kreasi, yang diperlukan dalam membentuk kesatuan wisata dan budaya di kawasan Candi Borobudur.


Dengan Bimtek ini diharapkan juga menjadi upaya konservasi karena wisatawan tidak hanya fokus berkunjung ke bangunan Candi Borobudur saja, namun juga dapat menyebar, berwisata ke potensi desa desa wisata di sekitarnya.


"Candi Borobudur merupakan sebuah warisan budaya, sebuah warisan yang universal yang jangan dipandang dari segi agama. Tapi lihatlah Candi Borobudur sebagai karya budaya, karya masyarakat nenek moyang kita yang memberikan banyak inspirasi," jelas Yudi.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar