Kelompok Tani Terima Bantuan Alat dan Asuransi Usaha Tani

Dilihat 742 kali

BERITAMAGELANG.ID - Bupati Magelang Zaenal Arifin bersama Anggota Komisi IV DPR RI, Vita Ervina menyerahkan bantuan Alsintan (alat mesin pertanian) dan uang klaim asuransi pertanian secara simbolis kepada para kelompok tani, Rabu (11/11/2020) di Pendopo drh Soepardi, Setda Kabupaten Magelang. 


“Hal ini sebagai upaya peningkatan efisiensi kerja intensitas pertanian, intensitas pertanaman, dan penurunan biaya produksi serta meningkatkan nilai tambah petani,” ujar Zaenal.


Zaenal menuturkan, ada beberapa analisa salah satunya akan terjadi pemanasan secara global (global warming) yang diperkirakan terjadi pada 2040-2050. Konsekuensi apabila hal tersebut terjadi, akan terjadi beberapa kelangkaan salah satunya air. 


"Kalau terjadi kelangkaan air pasti akan terjadi krisis pangan. Maka kita semua harus segera mengantisipasi," pesan Zaenal.


Untuk menghindari terjadinya global warming, Zaenal meminta agar segara dilakukan giat penanaman tanaman konservasi. 


Menurutnya, gagal panen akan terjadi apabila mengalami kelangkaan air. Dari hasil kalkulasi, lanjut Zaenal, untuk mendapatkan 1 kg daging dibutuhkan hampir 15.000 liter air, untuk mendapatkan 1 gelas kopi dibutuhkan ratusan liter air, dan untuk mendapatkan tanaman 1 kg padi dibutuhkan 3.500 liter air.


"Begitu sangat panjang proses ini dan sangat membutuhkan sumber daya air. Maka konservasi air ini harus segera kita lakukan," ajaknya.


Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Romza Ernawan melaporkan, tujuan penyediaan alat dan mesin pertanian untuk mengurangi permasalahan ketersediaan tenaga kerja di sektor pertanian. 


Sementara tujuan penyelenggaraan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) antara lain, memberikan perlindungan kepada petani jika terjadi gagal panen sebagai akibat resiko banjir, kekeringan, dan serangan hama.


Bantuan alat mesin pertanian yang diserahkan kepada para kelompok tani di Kabupaten Magelang berupa traktor roda 4 sebanyak 4 unit, traktor roda 2 sebanyak 35 unit, cultivator sebanyak 38 unit, pompa air sebanyak 42 unit, Hand Spyer sebanyak 34 unit, dan Power Theresher Mobile sebanyak 10 unit.


"Sedangkan bantuan klaim AUTP, sebanyak Rp 47.740.000 diberikan kepada 44 orang petani di 6 desa, 5 kecamatan. Petani yang mendapatkan asuransi sebanyak 27.568 orang. Lahan yang diasuransikan seluas 4.254,8 hektar," kata Romza dalam laporannya.


Anggota Komisi IV DPR RI, Vita Ervina mengatakan, penyaluran atau penyerahan bantuan Alsintan tersebut merupakan wujud nyata dan bentuk komitmen kehadiran pemerintah dan wakil rakyat dalam keberpihakan pada kemandirian dan kesejahteraan para petani.


"Bantuan Alsintan pra panen dan pasca panen program aspirasi tahun anggaran 2020 ini dari aspirasi saya ada 65 kelompok tani yang tersebar di seluruh kecamatan. Aspirasi saya baru di 17 kecamatan, nanti ada prioritas di 4 kecamatan yang belum mendapatkan Alsintan ini, baik di sektor perikanan dan perhutanan dan pada tahun anggaran 2021 nanti baru akan saya berikan bantuan Alsintannya," kata Ervina.


Menurut Vita, di masa Pandemi menjaga ketahanan pangan menjadi sangat penting. Terlebih lagi Alsintan merupakan alat ekonomi pertanian yang perlu diperkuat. Program bantuan pemerintah tersebut dimaksudkan untuk menyebarluaskan mekanisasi pertanian dalam upaya mempercepat cara kerja petani dan meningkatkan produksi pangan secara nasional.


"Teknologi mekanisasi tersebut harus mencakup dari hulu sampai hilir, sehingga tidak hanya meningkatkan kualitas produksi akan tetapi juga berdampak pada kesejahteraan para petani," pungkas Vita.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar