Kapolda Jawa Tengah Tinjau Lokasi Pengungsian

Dilihat 555 kali
Kapolda Jateng Irjen Pol. Ahmad Lutfi berinteraksi dengan para pengungsi kelompok rentan di Balai Desa Banyurojo Mertoyudan Magelang.

BERITAMAGELANG - Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, mengatakan akan membantu lebih dari 1.000 velbed dan 10 tenda serta dapur umum untuk keperluan pengungsi Gunung Merapi.


Peralatan tersebut telah disiapkan Polda Jawa Tengah dalam mengantisipasi para pengungsi.


“Kita crosscheck dengan dapur umum sudah standby di Polres manakala diperlukan setiap saat bisa kita gerakkan," ucap Kapolda Jateng, saat meninjau lokasi pengungsian terdampak erupsi Gunung Merapi di Desa Banyurejo Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Rabu (11/11/2020).


Irjen Pol Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Merapi untuk tetap tenang serta siap jika ada perintah untuk evakuasi.


Tempat pengungsian di wilayah Kabupaten Magelang saat ini sudah ada empat titik, yakni Balai Desa Deyangan, Banyurojo, Mertoyudan, dan Tamanagung. 


Semua titik pengungsian ini juga sudah memenuhi standar protokol kesehatan. Mulai dari uji rapid tes, penanganan sigap apabila ada pengungsi yang reaktif, didirikannya sekat pembatas bagi tiap-tiap keluarga, serta pasokan logistik yang cukup memadai.


Beberapa bangunan yang digunakan sebagai tempat pengungsian antara lain Balai Desa Tamanagung, Gedung Muhammadiyah, Gedung PPP, dan Gedung PDI ditambah lapangan futsal.


Sebelumnya, pos pengungsian Merapi di Kabupaten Magelang hanya empat titik, yakni Balai Desa Deyangan, Balai Desa Mertoyudan, Balai Desa Banyurojo, dan Balai Desa Tamanagung.


Di samping tetap fokus pada penanganan Covid-19, Polda Jateng juga akan tunjuk Dokkes khusus untuk menangani pengungsi pada bencana alam.


“Selain itu Polda Jateng juga akan mengawasi dengan dokter-dokter Polri dan kami sudah berkoordinasi dengan BPBD kabupaten, provinsi, Dinas Kesehatan, untuk memantau Perkembangan Covid-19,” lanjutnya.


Kepala Desa Banyurojo, Iksan Maksum menyambut baik bantuan velbed tersebut, untuk mengantisipasi lonjakan pengungsi.


"Nantinya jika terjadi lonjakan pengungsi, rencananya bila Balai Desa Banyurojo tidak muat, pengungsi akan ditempatkan di SD Banyurojo 1, 2 dan 3, Balai Dusun Seneng, Balai Dusun Kranggan dan di Dinas UMKM Kranggan.


Kami juga sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melengkapi sarana dan prasarana di lokasi tersebut, seperti kebutuhan air bersih dan sebagainya," terang Iksan.


Turut mendampingi Kapolda dalam giat tersebut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto, Kapolres Magelang AKBP Arnold A Purba. Kegiatan ini berupa peninjauan antisipasi bencana Merapi di Magelang, Klaten dan Boyolali.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar