Jumlah Stunting Di Kabupaten Magelang Menurun

Dilihat 5255 kali

BERITAMAGELANG.ID - Dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang tahun 2019, Wakil Bupati Magelang, Edi Cahyana menyebutkan bahwa, jumlah stunting (gizi buruk) di Kabupaten Magelang menurun meski jumlahnya masih cukup tinggi.


Menurutnya, saat ini Indonesia masih mengalami masalah gizi yang cukup kompleks, dimana termasuk dalam 47 dari 122 negara yang mempunyai masalah stunting pada balita dan Anemia pada Wanita Usia Subur (WUS).


Di Provinsi Jawa Tengah hasil PSG (Pemantauan Status Gizi) pada tahun 2017 masalah stunting sebesar 28,5 persen sementara untuk Kabupaten Magelang mencapai 37,6 persen menduduki ranking kedua dari Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.


"Tapi berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 angka stunting Kabupaten Magelang menurun yaitu 29,69 persen," ungkap Edi Cahyana saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Tahun 2019, di Atria Hotel, Selasa (17/12/2019).


Selain permasalahan Stunting, menurut Edi, perubahan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat juga perlu didorong. Melalui kegiatan ini diharapkan ada langkah nyata untuk mempercepat akses 100-0-100 di tahun 2020 yang akan datang, yakni 100 persen akses air bersih, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen akses sanitasi.


"Terlebih khusus dalam pencapaian 100 persen Stop Buang Air Besar Sembarang atau Open Defecation Free (ODF) di Kabupaten Magelang," tutur Edi.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti, mengungkapkan Rakerkesda adalah agenda tahunan, yang juga merupakan forum musyawarah tertinggi sektor kesehatan di Kabupaten Magelang. 


"Rakerkesda dimaksudkan untuk menggali informasi dan masukan berharga dalam rangka pengembangan program dan kebijakan di bidang kesehatan," kata Retno.


Lanjut Retno, pada forum ini juga akan dibahas terkait aset, tata kelola keuangan, pelaporan Dinas Kesehatan, BULD Unit Kerja dan UPT dalam rangka terciptanya pengelolaan manajemen yang sehat serta akuntabel.


"Kita juga akan menyusun langkah strategi dan kebijakan dalam menyelesaikan masalah kesehatan di Kabupaten Magelang pada tahun 2020 mendatang," pungkas Retno.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar