Jalur Koridor Jembatan Budaya, Bagian Muka Rumah Warga Direhab

Dilihat 642 kali
Tampak pekerja menyelesaikan pembangunan Gapura di Dusun Bojong Mendut Mungkid karena lokasi tersebut menjadi koridor Jembatan Budaya

BERITAMAGELANG.ID - Terkait pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur sebagai destinasi wisata super prioritas, tidak semua rumah akan direhab dan mendapat bantuan pembangunan homestay.


Khususnya di wilayah Dusun Brojonalan Desa Wanurejo Borobudur dan Dusun Bojong Desa Mendut Mungkid, sebagian rumah hanya direhab tampilan depannya. Rumah tersebut akan dilintasi jalur koridor menuju Jembatan Budaya yang menghubungkan Candi Pawon dan Candi Mendut.


Salah satu warga Bojong Mendut, Darmanto mengatakan rata-rata warga mendapat bantuan dari Kementerian PUPR untuk merehab rumah sebesar Rp30 jutaan. Rumah milik Darmanto hanya direhab tampilan halaman muka saja, tanpa homestay.


"Karena rumah saya berada di jalan akses menuju ke Jembatan Budaya, maka sebagai koridor jalur tersebut, setiap rumah wajib dibangun gapura, pagar taman dan direhab bagian jendela dengan frame batu bata ekspose,” kata Darmanto, Senin (23/11/2020).


Untuk bantuan homestay, hanya warga yang rumahnya berada di dekat Jembatan Budaya. Jembatan tersebut menyebrangi Sungai Progo dan menjadi penghubung Candi Pawon dan Candi Mendut.


Sementara, warga Dusun Brojonalan, Desa Wanurejo Borobudur, Muri, menuturkan, mendapat bantuan rehab karena jalan depan rumahnya menjadi koridor menuju jembatan budaya penghubung Candi Pawon dan Candi Mendut. 


Desainnya menyesuaikan dengan kondisi rumah dan keinginan pemiliknya. Namun tidak terlepas dari benang merah konsep tema yang ada yaitu tradisional.


"Rumah saya hanya direhab dengan menambahkan ornamen batu bata ekspos, tanpa gapura. Dan rumah saya kebetulan tidak dijadikan homestay, sebagian besar rumah warga di sini juga mendapat bantuan homestay.


Besaran bantuan berbeda-beda setiap rumah, kebetulan rumah saya dapat bantuan Rp25 juta, untuk merehab bagian depan wajah rumah," tutur Muri.


Sebelumnya, Asisten Teknis Balai Pelaksana Penyedia Perumahan Kementerian PUPR, Achjat mengatakan program tersebut dilaksanakan di 15 desa, yaitu 13 desa di Kecamatan Borobudur dan dua desa di Kecamatan Mungkid.


Desa Ngrajek dan Desa Bojong Mendut ada di wilayah Kecamatan Mungkid, yang lainnya di wilayah Kecamatan Borobudur.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar