Istri Bupati Magelang Ajak Perempuan Terus Belajar

Dilihat 643 kali
Ketua TP PKK Kabupaten Magelang Christanti Zaenal Arifin saat Talkshow Hari Kartini bersama Harian Jogja.

BERITAMAGELANG.ID - Perempuan Indonesia perlu meneladani semangat Raden Adjeng (RA) Kartini yang tidak pernah berhenti belajar. Dengan belajar banyak hal, perempuan bisa memiliki wawasan luas. Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Magelang Christanti Zaenal Arifin dalam Talkshow Hari Kartini bertajuk "Perempuan Kreatif, Keluarga Sehat, Ekonomi Kuat" di Nalendro Garden, Borobudur, Magelang, Jumat (22/4).


Talkshow tersebut juga menghadirkan dua narasumber lainnya yakni Ella Rizki Farihatul Maftuhah, pengusaha Nira Lestari Magelang dan Zuli Anggarawati, Manager Nalendro Garden.


Tanti mengungkapkan, belajar tidak memandang usia. Sekalipun sudah berkeluarga, kesempatan untuk belajar tetap ada.


"Setiap kita bertemu dengan sosok yang baru, itu bisa jadi pembelajaran kita dan itu untuk  memperluas wawasan," katanya.


Menurutnya, perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki sehingga saat kesempatan belajar dimanfaatkan, perempuan tidak hanya bisa mewarnai kancah domestik tetapi juga sosial. Di era digital seperti sekarang, perempuan perlu belajar tentang manfaat penggunaan teknologi.


Menurut Tanti, teknologi layaknya mata uang yang memiliki dua sisi. Bisa memunculkan sisi positif jika penggunaannya tepat tetapi memberi dampak negatif jika tidak dimanfaatkan dengan baik.


"Maka perempuan harus bisa memfilter, saring (informasi) dulu sebelum sharing, jangan asal posting, perlu dipertimbangkan untung ruginya bagi kita sehingga menggunakan teknologi tidak hanya karena mengikuti arus," ajaknya.


Sementara itu Ella mengatakan ada satu kalimat dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang karya Kartini yang selalu ia pegang, yakni "perempuan bergandenganlah". "Perempuan ini bisa mengentaskan kehidupan perempuan lain," kata dia.


Dulu perempuan di tempat tinggalnya banyak yang menjadi TKW sehingga terpaksa meninggalkan keluarga. Dari situ ia berpikir dan muncul ide untuk memanfaatkan potensi kelapa di desanya menjadi ladang usaha. Ia memberdayakan para perempuan untuk mengolah kelapa menjadi gula semut, VCO, dan kini sedang dikembangkan madu bunga kelapa. 


"Para perempuan dibuat berdaya di tempat asalnya agar bisa bekerja dan bisa mengurus anak," kata dia.


Dalam talkshow yang diselenggarakan Harian Jogja itu, Zuli Anggarawati berpendapat, dengan kesetaraan, perempuan akan mendapatkan banyak peluang termasuk peluang untuk memimpin bisnis dan perusahaan. Ia mengaku selama menjadi manajer ia kerap menghadapi tamu dengan keinginan yang beragam. Namun ia tetap memegang prinsip untuk memberi pelayanan yang maksimal kepada siapapun. 


Nalendro Garden sendiri adalah spot taman bunga di Magelang yang menghadirkan dua zona yakni zona anggrek dan zona kaktus. Di zona kebun anggrek ini menyajikan taman anggrek dengan suasana yang adem dan teduh. Ada kolam ikan dan air mancur di zona ini.


Sementara di zona kaktus menyajikan area terbuka berhawa panas khas padang gurun dengan beragam tanaman kaktus yang tumbuh subur. Banyak spot menarik di sini, salah satunya spot foto kaktus berukuran lebih dari dua meter.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar