Irigasi Tertimbun Longsor, Petani Antisipasi Gagal Panen

Dilihat 107 kali
Seorang petani melihat irigasi yang tertimbun longsor di Kalegen Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang Jumat (17/01/2020).

BERITAMAGELANG.ID - Ratusan hektar sawah dan ladang di lereng Gunung Sumbing Kabupaten Magelang terancam gagal panen akibat saluran irigasi utama tertup longsor. Alat berat sulit mencapai lokasi, sehingga proses pembersihan akan membutuhkan waktu lama karena hanya dilakukan secara manual.


Titik saluran irigasi yang tertutup longsor berada di Dusun Kaweron Desa Kalegen Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang.


Tertutupnya saluran irigasi ini akibat lahan pertanian yang berada di atasnya lonsor paska hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.


Menurut Kepala Desa Kalegen Slamet Budiyono, peristiwa longsor terjadi setelah hujan deras yang terjadi pada pekan kemarin, yakni Kamis (09/01/2020). Namun karena lokasi longsor sulit dijangkau dan areanya luas, proses pembersihan belum bisa dilakukan seketika.


"Pembersihan belum bisa dilakukan langsung karena jauh dari jalan raya, sekitar satu kilometer. Lokasi juga di sungai di batas desa paling luar desa kami," kata Slamet usai melihat lokasi longsoran, Jumat (17/01/2020).


Akibat tertutupnya irigasi itu, lahan pertanian di empat desa yang berada di bawah Desa Bandongan terancam puso karena terhambatnya pasokan air. Empat desa yang terdampak itu yakni Tonoboyo, Bandongan, Trasan (Dusun Weru dan Paingan sebagian Sindon) serta Desa Banyuwangi. 


Sesuai kesepakatan, lanjutnya, proses pembersihan material longsoran akan dilakukan secara manual oleh warga dari empat desa yang terdampak tersebut. 


"Wilayah kami tidak terdampak. Sudah konsultasi empat desa dan hari Sabtu besok (18/01/2020) mulai gotongroyong," terang Slamet.


Berdasar kesepakatan itu upaya pembersihan material longsoran akan dilakukan secara manual hingga beberapa hari ke depan.


Hal senada juga diungkapkan salah satu petani Desa Kalegen, Budiyono.


Ia mengungkapkan selain menutup akses irigasi untuk empat desa, peristiwa longsor ini juga membuat petani menanggung kerugian karena tanaman mereka rusak. Sebagian tanaman tertimbun dan lainnya hilang terbawa longsor ke dasar sungai Bandongan. 


"Luas longsor sekitar 2.000 meter, dengan jarak material longsor sekitar 100 meter kebagian bawah sampai sungai besar," ungkapnya seraya menambahkan bahwa pihak DPU, Dinas Pertanian Kabupaten Magelang dan unsur terkait sudah meninjau lokasi longsoran ini.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar