Investor Dalam Dan Luar Negeri Wajib Libatkan UMKM Di Daerah

Dilihat 290 kali
BERITAMAGELANG.ID - Presiden Joko Widodo meminta agar kemitraan strategis antara perusahaan besar dengan UMKM akan terus dikembangkan dengan prinsip saling menguntungkan dan meningkatkan daya saing di pasar global.

Menurutnya, kemitraan UMKM dengan perusahaan ini sangatlah penting agar UMKM bisa masuk dalam rantai produksi global agar meningkatkan peluang UMKM bisa naik kelas. 

"Yang mikro bisa naik kelas ke yang kecil, yang kecil naik kelas yang menengah, yang menengah bisa naik kelas ke yang besar, dan juga untuk meningkatkan kualitas UMKM menjadi lebih kompetitif. Artinya kualitas produknya menjadi lebih baik, desainnya menjadi lebih baik, manajemennya menjadi lebih baik karena bisa belajar dari perusahaan yang lebih besar," ujar Joko Widodo.

Pemerintah Kabupaten Magelang menyambut baik kerja sama dalam rangka kemitraan Penyertaan Modal Asing (PMA) dan Penyertaan Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan UMKM, yang bertujuan untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut diungkapkan Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Magelang, Basirul Hakim.

"Jadi Kabupaten Magelang ini memiliki sangat banyak UMKM, harapannya melalui kerja sama ini nantinya bisa memberi ruang bagi UMKM di Kabupaten Magelang sesuai dengan anjuran pemerintah pusat," ujar Basirul usai mengikuti acara penandatanganan kerja sama dalam rangka kemitraan PMA/PMDN dengan UMKM melalui video conference dari Ruang Command Center SetKab Magelang, Senin (18/1/2021).

Kendati demikian, lanjut Basirul, sebelum kerja sama itu dilakukan akan diikuti dengan survei seperti apa yang ingin dikerjakan terkait produk, kualitas dan kuantitas serta yang lainnya. Sekedar untuk diketahui bahwa Kabupaten Magelang saat ini telah memiliki kurang lebih 100.000 UMKM di segala sektor.

"Yang jelas bahwa investor yang masuk pada intinya harus melibatkan UMKM yang ada di daerah," katanya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menegaskan, setiap investasi baik dari luar dan dalam negeri harus melibatkan pengusaha lokal, terutama UMKM. Hal itu dianggap sangat penting agar fondasi perekonomian Indonesia lebih kuat.

"Kebijakan ini sesuai dengan perintah Bapak Presiden Joko Widodo supaya ada pemerataan ekonomi dan tentunya sesuai dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tegas Bahlil.

Ia melaporkan hari ini jumlah perusahaan besar yang melakukan tanda tangan kerjasama dalam rangka kemitraan PMA/PMDN dengan UMKM sebanyak 56 perusahaan besar asing dan dalam negeri dengan 196 UMKM.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar