Instruksi Arab Saudi, Agen Travel Umroh Tunda Keberangkatan Jamaah

Dilihat 398 kali
Ana Yuliati, pemilik biro travel umroh Nabawi Mulyo Mungkid dengan koper jamaah yang gagal berangkat.

BERITAMAGELANG.ID - Para jamaah dan pengelola biro travel Umroh hanya bisa pasrah dan legowo, tatkala ada kebijakan yang dikeluarkan Raja Arab Salman untuk menutup sementara kunjungan asal Indonesia. Kebijakan itu dikeluarkan terkait wabah virus Corona. 


"Ya kita harus terima kebijakan itu. Mau gimana lagi. Untungnya para jamaah juga mau menerima," kata Ana Yuliati (47) pemilik salah satu biro travel umroh di Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang, Sabtu (29/2/2020).


Ana mengatakan, biro travelnya memberangkatkan 8 jamaah dari Magelang. Mereka bergabung dengan biro dari Yogyakarta.


Pada Kamis (27/2) lalu, kedelapan jamaah dari Magelang sudah sampai bandara Yogyakarta Internasional Airport. Mereka rencana akan berangkat pukul 10.00 WIB. Bahkan tas koper para jamaah sudah masuk bagasi pesawat. 


"Tiba-tiba ada pengumuman kalau jamaah yang akan berangkat umroh dibatalkan terkait kebijakan dari raja Saudi. Para jamaah dikumpulkan dalam lounge, dari pihak biro dan maskapai memberitahukan penundaan tersebut," ujarnya.


Menurut Ana, sebelum memberangkatkan jamaah ke bandara, sudah ada pengumuman penundaan umroh melalui group WA. Namun karena belum ada pengumuman resmi dari pihak yg berkompeten, maka pihaknya tetap memberangkatkan sesuai jadwal.


"Ternyata sampai di bandara, baru ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan," terangnya.


Ana menambahkan, karena tidak ada pemberitahuan apapun dari maskapai, pihaknya tetap memberangkatkan para jamaah. Bahkan mereka sudah dihitung pergi keluar negeri karena sudah check in.


"Atas kejadian ini, kami tetap tidak akan menarik biaya tambahan apapun kepada jamaah. Ini menjadi urusan kantor pusat," jelasnya.


Pihaknya akan melakukan penjadwalan ulang setelah ada kebijakan lagi dari pemerintah Arab Saudi.


"Ini hanya penundaan saja sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan," katanya.


Pihaknya hanya merasa prihatin karena pemberitahuan larangan umroh untuk sementara ini dilakukan secara mendadak. 


"Meski bisa menerima alasannya, kami tetap prihatin karena banyak jamaah yang sudah mengajukan cuti kerja. Mayoritas yang berangkat pegawai kantor," terangnya.


Salah satu jamaah umroh yang gagal berangkat, Suharti (52), mengatakan bahwa rombongannya sudah sampai bandara. Bahkan koper sudah masuk bagasi. 


"Tiba-tiba ada pengumuman untuk jamah umroh tidak ada penerbangan," katanya.


Meski agak kecewa, Suharti tetap mengaku bersyukur karena belum sampai Arab Saudi. 


"Kalau kita sudah sampai sana, malah nggak bisa umroh atau diminta pulang lagi," imbuhnya.


Kepala Kemenag Kabupaten Magelang Mad Sabitul Wafa saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya hanya mengikuti perkembangan dari Kemenag Pusat. 


“Kami belum tahu pasti berapa jumlah jamaah umroh dari Kabupaten Magelang yang gagal berangkat,” katanya singkat.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar