Penjelasan Kepala BPPTKG, Aktivitas Merapi Kembali Mereda

Dilihat 369 kali
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida saat memberikan keterangan pasca letusan awan panas, di sela-sela kegiatan gladi posko dan gladi lapang penanganan darurat bencana yang di adakan BPBD kabupaten Magelang, di desa Sengi Dukun, Selasa (15/10)

BERITAMAGELANG.ID

- Setelah sempat mengeluarkan awan panas sejauh 3 km pada Senin (14/10) sore, saat ini aktivitas Merapi sudah rendah kembali seperti biasa. Namun demikian, masyarakat sekitar harus tetap waspada, dan dilarang untuk melakukan aktivitas di jarak 3 km.

"Saat ini aktivitas gunung Merapi sudah seperti biasa, hanya ada 6 guguran kecil, asap juga kecil," terang Kepala Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida dalam kegiatan Gladi Posko dan Gladi Lapang Penanganan Darurat Bencana Kabupaten Magelang, di desa Sengi Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, Selasa (15/10).

Menurut Hanik, erupsi yang terjadi Senin lalu, merupakan akumulasi gas yang ada di permukaan. Hal itu yang menyebabkan secara tiba-tiba terjadi erupsi. Diakui, kejadian erupsi tidak terdeteksi sebelumnya.

"Tidak ada indikasi yang signifikan, dari kegempaan juga tidak ada. Jadi ini hampir sama dengan kejadian pada 22 september lalu," ucapnya.

Ia juga menyebutkan, saat ini aktivitas dalam kawah juga cenderung normal. Selama 6 jam sejak pukul 00.00 sampai 06.00 WIB pada Selasa (15/10), hanya ada satu kali gempa MP dan dua tektonik, yang artinya aktivitas gunung Merapi sangat rendah.

Meski demikian, pihaknya tetap mempertahankan status Merapi pada level waspada. Menurut Hanik, status ini merupakan status terlama yakni 1 tahun 5 bulan sejak 21 Mei 2018. Diakui pihaknya sempat berpikir untuk menurunkan status, namun hal itu diurungkan mengingat masih ada kegiatan vulkanik.

"Kita terus melakukan pemantauan selama 24 jam dalam sehari, dengan berbagai metoda," ujarnya.

Menurut Hanik, kondisi Merapi yang seperti itu merupakan karakter Merapi untuk saat ini. Ia tetap menegaskan agar masyarakat sekitar untuk terus waspada dan mengikuti rekomendasi yang dikeluarkan BPPTKG.
 
Seperti diketahui, telah terjadi letusan awan panas Gunung Merapi pada Senin (14/10) sore lalu sekitar pukul 16.31 WIB.

Akibat letusan itu, sebanyak 18 desa di 6 wilayah kecamatan diguyur hujan abu. Keenam kecamatan itu yakni Srumbung, Dukun, Sawangan, Salam, Muntilan dan Mungkid.

Namun saat ini sudah tidak ada lagi hujan abu dan masyarakat sudah beraktivitas sebagaimana biasanya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar