Sambil Guyon, Gubernur Ganjar Sampaikan Pesan Soal Erupsi Merapi

Dilihat 247 kali
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Bupati Magelang Zaenal Arifin saat menanyakan kondisi gunung Merapi kepada Kepala BPPTKG, Hanik Humaida di desa Sumber kecamatan Dukun kabupaten Magelang, Rabu (20/11/2019)

BERITAMAGELANG.ID - Gayeng, itulah suasana pertemuan antara Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan masyarakat desa sumber kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, Rabu (20/11). 


Dengan gaya khasnya, Gubernur ingin suasana cair dan jauh dari kesan formal. Ia banyak bertanya ke warga sambil melempar joke-joke segar.


Ganjar sengaja datang ke desa Sumber yang merupakan salah satu desa rawan bencana erupsi Merapi, untuk melihat kesiapan masyarakat, bila gunung Merapi ini meletus dalam skala besar. Tidak itu saja, kesiapan aparat terkait juga ingin diketahui.


Mengenakan kaos warna biru dipadu rompi coklat dan celana jeans, Ganjar nampak serius menyimak penjelasan dari Kepala BPPTKG Yogjakarta, Hanik Humaida, terkait kondisi Gunung Merapi saat ini.


Penjelasan dari BPPTKG ia minta sesaat setelah turun dari mobil. Hanik yang ikut menyambut langsung ditanya kondisi gunung Merapi. 


Disampaikan Hanik kepada Gubernur, bahwa status Merapi saat ini masih di level waspada. Erupsi yang terjadi Minggu, (17/11) lalu merupakan erupsi kecil yang tidak perlu dikhawatirkan. Meski demikian, BPPTKG tetap melakukan pemantauan selama 24 jam selama sehari, dibantu dengan berbagai peralatan canggih yang dipasang.


Usai mendengar penjelasan singkat, Ganjar langsung menuju pendopo yang ada di balai desa Sumber untuk bertemu warga, baik laki-laki maupun perempuan. Di sini, Ganjar langsung bertanya kepada warga apa singkatan BPPTKG. 


“Apa singkatan dari BPPTKG," tanya Ganjar. 


Pertanyaan itu tidak langsung dijawab oleh warga. 


“Do rangerti to? PKK singkatane nopo?" tanya Ganjar mencoba mengalihkan pertanyaan.


Akhirnya ada seorang ibu yang berhasil menjawab, yakni Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi dan Kebencanaan Geologi. 


“Kulo niku jane takon wong sakjane kulo nggih mboten ngerti singkatane, angel yo," seloroh Ganjar disambut gelak tawa warga.


Ganjar mengatakan, beberapa waktu lalu ramai di media tentang berita gunung Merapi meletus. 


“Saya ditanya banyak orang, karena ramai. Tapi ramainya di media. Ternyata meletusnya kecil dan bikin geger. Jadi penting untuk memberikan informasi kepada warga tentang erupsi Merapi," katanya.


Ia menyampaikan, Gusti Alloh itu memberikan rejeki kepada kita luar biasa. Ada gunung Merapi, ada keindahan, kesuburan dan rezeki. Namun Gusti Alloh lebih adil, kalau kita tidak bisa merawat maka lingkungan rusak. 


Oleh karena itu, kedatangan dirinya ke desa Sumber, tidak lain ingin berpesan kepada warga untuk melindungi anak-anak dari bencana. Namun apabila ada bencana, anak-anak harus dididik untuk memahaminya. 


“Kita yang hidup di daerah bencana harus menjaga lingkungan, jangan dirusak, pohon jangan ditebangi. Merapi ada meletusnya, maka kita harus mencari daerah aman," katanya.


Pada intinya, Ganjar minta kepada warga untuk bisa sinergi dengan pemerintah. 


“Kalau diminta mengungsi ya mengungsi jangan ada yang ngeyel," katanya.


Dalam hal ini, ia mengucapkan terima kasih kepada warga, relawan, BPBD, TNI, Polri , Tagana, dan aparat terkait lainnya karena sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengantisipasi bencana Merapi. Simulasi penanganan bencana Merapi diminta untuk dilakukan, paling tidak dua tahun sekali, agar selalu ingat langkah yang harus dilakukan.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar