Ini Penjelasan BPPTKG Soal Titik Api Diam Di Puncak Merapi

Dilihat 161 kali
Perekayasa Ahli Madya BPPTKG Yogyakarta, Dewi Sri Suyadi
BERITAMAGELANG.ID - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan dan Geologi (BPPTKG) menyampaikan agar masyarakat tidak perlu panik dengan fenomena titik api di wilayah puncak Gunung Merapi yang masih berstatus Siaga.

Pernyataan tersebut disampaikan Perekayasa Ahli Madya BPPTKG Yogyakarta, Dewi Sri Suyadi usai Sosialisasi Aktivitas Merapi Terkini di Kantor Desa Paten Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, Selasa (5/1/2021).

Dijelaskan Dewi, tampak bara api itu semula hanya diam tidak bergerak. Kemudian pada Senin (4/1/2021) malam digugurkan. Hal itu bisa jadi merupakan tanda proses erupsi Gunung Merapi semakin dekat.   

"Ini kan baru tanda awal mau berkembangnya erupsi eksplosif atau efusif itu nanti kita lihat bareng-bareng karena ini memang masih awal," ungkapnya.

Disebutkan Dewi, keberadaan titik api tersebut menempel di lava yang lama pada posisi di tebing sisa erupsi tahun 1997 dan menyala pijar karena temperatur tinggi. Namun demikian, BPPTKG belum dapat memastikan kapan erupsi Merapi akan terjadi dan mengarah kemana. 

Dari pantauan BPPTKG, guguran material pijar tersebut mengarah ke dua arah yakni barat daya ke hulu Sungai Bebeng Krasak di Kabupaten Magelang dan Kali Boyong di Sleman. 

Berdasar kondisi tersebut, menurut Dewi, memang terjadi peningkatan aktifitas vulkanik Gunung Merapi dalam beberapa hari terakhir. Namun secara spesifik masih dalam kategori aman bagi masyarakat. 

"Tapi itu masih di bagian atasnya hulu dekat dengan puncak. Belum masuk ke lembah sungainya," tegasnya.

Lebih lanjut diungkapkan, hingga saat ini Gunung Merapi masih terus bergerak ke aktivitas yang cukup tinggi. Deformasi (penggelembungan) tubuh Gunung Merapi masih juga terjadi, kemudian guguran di lereng lereng Merapi juga masih terjadi. 

Meski demikian hingga saat ini status dan rekomendasi BPPTKG masih tetap Siaga dengan jarak aman radius 5 km dari puncak Merapi.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar